
Manokwari, TP – Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Manokwari, memperingati Milad ke-53 Yapis di Tanah Papua jatuh pada 15 Desember 2021.
Peringatan Milad ke-53 diawali dengan menggelar upacara bendera di halaman sekolah Yapis Manokwari, di Reremi, Rabu (15/12), bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba.
Upacara peringatan Milad diwarnai dengan pembacaan sejarah berdirinya Yayasan Pendidikan Islam di Tanah Papua 53 tahun lalu oleh Rahmayanti.
Peringatan Milad ke-53 ini juga dilengkapi dengan gelar ramah tamah dengan tema; mewujudkan sumber daya manusia yang mandiri, modern, berakhlakul kariman. Ramah tamah juga diisi dengan laporan dari masing-masing kepala sekolah Yapis dari jenjang pendidikan TK, SD dan SMP.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Manokwari, Nurjaya menyampaikan, Yapis merupakan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dengan mengedepankan aspek keagamaan untuk melahirkan generasi muda yang bermanfaat kepada masyarakat serta menjadi lembaga pendidikan yang mampu bersaing dengan lembaga lain.
Seiring dengan berjalannya waktu kata Nurjaya, Yapis juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan tatanan struktur dan sistem yang ada.
“ Tidak terasa Yapis telah memasuki usai yang ke-53, harapan saya, semoga kita semua tetap semangat dan bersama-sama mewujudkan Yapis sebagai lembaga yang kuat, profesional dan berkualitas dalam meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Manokwari,” ujar Nurjaya dalam raham tamah yang berlangsung di gedung SD 03 Yapis Kampung Makassar.

Nurjaya mengajak segenap pengurus UPT, ibu guru maupun tata usaha Yapis di Manokwari, bersama-sama besarkan Yapis kedepannya.
“ Kami dari yayasan tidak bisa terjun langsung ke lapangan mengajar anak murid, namun kami dari yayasan siap memfasilitasi meskipun secara bertahap,” ujar Nurjaya.
Dari yayasan tambah Nurjaya, akan secara perlahan dan bertahap mencoba memenuhi kebutuhan sarana prasarana yang dibutuhkan disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada.
“Kalau kita pakai dana yang di yayasan saja, kurang cukup, karena kebutuhan di yayasan bukan cuma untuk membangun saja, masih banyak kebutuhan lain, sehingga diperlukan iuran,” pungkas Nurjaya.
Mengenai laporan UPT dan kepala sekolah, Nurjaya menilai sudah ada kemajuan luar biasa dan berkembang.
Dirinya berharap, kemajuan yang sudah berjalan harus didukung oleh semua guru dan semua tata usaha yang ada, karena tidak mungkin akan maju bila tidak ada dukungan dari semuanya. [SDR-R4]