MANOKWARI, TABURAPOS.CO – Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengajak semua pihak untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak di sejumlah wilayah di Papua Barat yang kini tidak bersekolah lagi.
Ajakan tersebut disampaikan Silitonga saat ditemui Tabura Pos usai menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Ditbinmas Polda Papua Barat terkait dengan pembinaan anak putus sekolah dan perlu perhatian lainnya.
Kapolda mengatakan, masa depan negeri dan bangsa ini termasuk masa depan Papua ditentukan oleh anak muda. Sebaliknya jika tidak ada perhatian lebih kepada mereka maka tentunya kedepan hanya akan menjadi beban bagi daerah terutama bagi anak yang tidak bersekolah.
Ditegaskan Kapolda, khusus anak tidak bersekolah harus mendapat perhatian lebih meski butuh kerjasama dari semua pihak, baik itu pemerintah, TNI Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM, dan sebagainya.
“Ini sangat penting bagi kita, ini menjadi bahan perhatian kita semua bukan hanya Polda Papua Barat atau Kodam Kodam XVIII Kasuari maupun pemerintah, tapi butuh peran dan dukungan semua pihak,” tegasnya.
Diakui tambah dia, bahwa hal ini tentunya akan menjadi pekerjaan besar bagi semua, namun itu semua bisa dilakukan jika ada kerjasama dan tindakan nyata dilapangan untuk membuat perubahan bagi anak-anak khususnya yang terbengkalai atau tidak bersekolah.
Kapolda menambahkan bahwa soal anggaran yang diperuntukkan untuk pendidikan, Polda Papua Barat akan menilisik satu-persatu untuk mengetahui apakah ada indikasi penyalahgunaan dan segala macam tentang anggaran agar penganggaran, perencanaan sampai dengan penggunaan anggaran sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.
BACA JUGA: Pj. Gubernur Papua Barat Menerima Penghargaan Menteri Hukum dan HAM
“Soal anggaran pendidikan ini saya juga akan lihat satu-persatu karena memang ini pekerjaan besar juga, memang kemarin itu kami juga rapat dengan bagian pengawasan, saya undang ke kantor saya BPKP, BPK, Inspektorat untuk melakukan pengawasan-pengawasan nyata dan riil terhadap penganggaran, perencanaan sampai dengan penggunaan anggaran agar sesuai dengan apa yang sudah direncanakan,” pungkas Kapolda. [AND-R3]





















