MANOKWARI, TABURAPOS.CO – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah melaunching Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di salah satu hotel di Manokwari, Rabu (28/9).
Puspaga dilaunching oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Dr. Nataniel D. Mandacan, M.Si sekaligus melantik pengurus PUSPAGA saat membuka bimbingan teknis Dinas PPPA Provinsi Papua Barat yang dilaksanakan selama 2 hari pada 28-29 September 2022. Hadir menyaksikan pelantikan, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, perwakilan OPD, TP PKK Papua Barat beserta organisasi masyarakat.
Puspaga merupakan wadah untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga dengan tujuan untuk menciptakan pemenuhan kasih sayang, kelekatan, keselamatan dan kesejahteraan yang berkelanjutan demi kepentingan dan kebaikan anak.
Nataniel Mandacan dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Puspaga di Papua Barat. Sebab, pusat pembelajaran keluarga sudah sangat dibutuhkan sebagai dasar melakukan pembinaan karakter anak sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat. Puspaga, nantinya juga akan dapat berperan sebagai rujukan pengasuhan pendidikan dan kesehatan serta perlindungan tumbuh kembang anak dan orang tua dalam menunjang tumbuh kembang anak, melindungi hak anak serta meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengasuh anak.
Sekda berharap, dengan hadirnya Puspaga akan dapat memberikan konseling dan menyelesaikan persoalan kekerasan terhadap perempuan, anak dan keluarga. Sebab, hal itu akan menjadi titik sentral pembangunan, dan anak-anak Papua kelak perlu bisa mendapatkan pembinaan yang baik supaya dapat berperilaku baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak pada Kementerian PPPA, Rohika Kurniadi Sari juga mengapresiasi Pemprov Papua Barat karena Dinas PPPA sudah menyediakan layanan Puspaga.
Saat ini Puspaga di Indonesia tercatat 246 Puspaga yang tersebar di 15 provinsi dan 218 kabupaten/kota se Indonesia. Untuk itu, wajar jika membutuhkan dukungan seluruh komponen masyarakat maupun stakeholder terkait.
Sekaitan peran Pemprov Papua Barat dalam membina percepatan kabupaten/kota layak anak, Rohika menjelaskan, perlu adanya dorongan yang kuat untuk pembinaan anak sehingga menjadi kabupaten/kota layak anak.
Salah satu peserta perwakilan dari MUI Papua Barat, Siti Lailiyatul Khotimah juga memberikan apresiasi. Menurutnya, peran Puspaga juga selaras dengan program pada salah satu bidang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat. Oleh karenanya, melalui kegiatan ini akan turut mensosialisasikan kepada seluruh umat dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera.
“Output dari kegiatan ini, akan bisa memberikan gambaran kepada masyarakat betapa pentingnya rumah tangga. Proses pembinaan dilakukan sejak dini maka akan membentuk karakter ke depannya, dan tentulah sebagai masyarakat sangat mengapresiasi karen Puspaga sangat dibutuhkan seluruh anggota masyarakat, tertama ibu dan orang tua dalam mengasuh pola anak,” terangnya.
BACA JUGA: Pemda Manokwari Dapat Bonus Pengendalian Inflasi Senilai Rp 10,41 Miliar
Ia juga berharap, para orang tua akan lebih memahami proses pembentukan anak sehingga memiliki karakter yang baik dan positif, dan menjadi generasi ke depan.
Ketua Panitia, Yulianus Arwam mengatakan, menindaklanjuti kegiatan ini, berkoordinasi dan akan bekerjasama dengan psikolog klinik dalam rangka melaksanakan pelayanan konseling guna mewujudkan layanan kualitas keluarga.
“Dengan hadirnya Puspaga, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera yang mencerminkan pemenuhan dan perlindungan anak dari aspek kelembagaan pada klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternative dengan menyediakan layanan konsultasi, konseling pengasuhan bagi orang tua atau keluarga sesuai amanat Undang-Undang nomor 23 tahun 2014,” pungkasnya. [RYA-R3]





















