MANOKWARI, TABURAPOS.CO – Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo membenarkan pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Manokwari tahun ini mendapatkan bonus berupa Dana Insentif Daerah (DID) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI senilai Rp 10,41 miliar.
Menurut Budoyo, bonus anggaran DID itu diberikan kepada Pemda Manokwari karena dinilai berhasil menekan laju inflasi periode Mei – Agustus 2022, lebih rendah dari kenaikan inflasi nasional sebesar 1,14 persen.
Budoyo menilai, Manokwari dinilai berhasil menekan laju inflasi bukan karena kerja-kerja pemerintah daerah saja, tetapi karena adanya kerja sama dari semua stakeholder yang ada di Manokwari.
“Memang kami mendengar Manokwari berhasil menekan laju inflasi, tapi itu bukan kerja sendirian, tetapi kerja bersama. Apalagi dikoordinir oleh Bank Indonesia. Kita jujur saja, sehingga keberhasilan itu oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan mendapatkan bonus senilai Rp 10,41 miliar, itu sangat liar biasa sekali,” ujar Budoyo kepada wartawan setelah menghadiri peresmian Masjid Babussalam Sowi IV, Sabtu (1/10).
Budoyo menerangkan, belum mengetahui secara detail penggunaan bantuan DID tersebut. Sebab, APBD Perubahan Kabupaten Manokwari tahun anggaran 2022 baru saja selesai ditetapkan, dan anggaran dimaksud belum masuk ke rekening daerah.
BACA JUGA: 4 Pekerja Proyek Jalan Teluk Bintuni-Maybrat Tewas Ditembak, 1 Terluka
Budoyo melanjutkan, pengelolaan anggarannya akan menjadi keputusan dan sesuai kebijakan Bupati Manokwari. Namun, menurut dia, tidak menutup kemungkinan, akan ada anggaran yang dijadikan saving tahun 2023 dan digunakan untuk kebutuhan yang bersifat mendesak dan urgen.
“Tapi semua itu kewenangan Pak Bupati, kita yang di bawah siap saja, dan upaya menekan laju inflasi sangat luar biasa. Karena di Papua Barat hanya dua yang dapat, yaitu Manokwari dan Kota Sorong,” ujar Budoyo.
Budoyo menambahkan, keberhasilan menekan laju inflasi di Manokwari harus tetap dipertahankan dan tetap membutuhkan sinergitas semua pihak. “Kalau bisa dipertahankan bahkan kalau bisa lebih ditekan lagi,” pungkas Budoyo. [SDR-R3]





















