Manokwari, TABURAPOS.CO – Sejak 1992 sampai 2023, tercatat 745 kasus HIV dan Aids di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat yang terdeteksi berdasarkan hasil pemeriksaan.
Ironisnya, dari jumlah 745 kasus HIV dan Aids, hanya 67 orang yang rutin mengonsumsi obat sampai sekarang.
Kepala Seksi P2PM, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari, Rahimi menerangkan, dalam penanganan kasus HIV dan Aids, ada 8 puskesmas yang didorong menjadi PDP Mandiri pada 2023 ini.
Dengan begitu, kata dia, petugas puskesmas harus turun langsung menemukan kasus di lapangan, lalu memberi obat tanpa harus merujuk ke rumah sakit, kecuali ada reaksi tertentu yang tidak bisa ditangani petugas Puskesmas PDP.
Menurutnya, pada 2023 ini, pihaknya memiliki target 8.000 orang untuk menjalani pemeriksaan HIV dan Aids serta penyakit menular lainnya, dimana sampai sekarang sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 600 orang lebih.
“Kalau yang sudah diperiksa sampai saat ini belum ada temuan atau yang positif, tapi total sejak tahun 1992 sampai saat ini, jumlah kasusnya ada sekitar 745 yang positif dan yang tetap minum obat sekitar 67 orang,” papar Rahimi yang ditemui Tabura Pos di Lapas Kelas II B Manokwari, Senin (24/7).
Dia berharap masyarakat bisa membuka diri dan melakukan pemeriksaan secara mandiri di Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Sebab, jelas dia, dengan melakukan pemeriksaan, seseorang akan mengetahui kondisinya dan bisa segera mendapatkan obat jika dinyatakan positif.
Sekaitan dengan pemeriksaan, Rahimi mengatakan, pihaknya juga dibantu LSM, terutama soal bagaimana menyadarkan masyarakat agar mau menjalani diperiksa.
Ditambahkannya, jika ada yang positif, pihak LSM juga bisa memfasilitasi dan melakukan pendampingan untuk mendapat obat. “Kami targetkan tahun 2023, tidak ada lagi orang meninggal karena HIV dan Aids,” harap Rahimi. [AND-R1]