Manokwari, TP – Dua anak Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Yusak Saroi akhirnya dikembalikan ke keluarga setelah sempat dibawa oleh Orang Tidak di Kenal (OTK) pada peristiwa pemalangan di kediamannya di Kampung Soribo Manokwari, Sabtu (13/07) lalu.
Kabag Ops Polresta Manokwari, Kompol. Wisnu Prasetyo mengatakan, kedua anak Yosak Saroi sudah kembali ke pangkuan keluarga dengan kondisi selamat setelah aparat Kepolisian melakukan koordinasi dengan terduga pelaku pemalangan.
“Jadi terkait kejadian itu, Minggu kemarin kami komunikasi lagi dengan keluarga terduga pelaku pemalangan tersebut yang mana anak Ketua KPU masih berada di situ. Setelah dilakukan komunikasi kembali pelaku pemalangan mau menyerahkan anak tersebut kepada kami dan sudah diserahkan kepada Ketua KPU juga,” kata Wisnu kepada Tabura Pos di Polresta Manokwari, Senin (15/07).
Wisnu menjelaskan, permasalahan tersebut sebenarnya hanya kesalahpahaman keluarga, Dimana terduga pelaku pemalangan diketahui juga masih keluarga dari Ketua KPU Pegaf.
Kedua belah pihak juga akan melakukan pertemuan secara adat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Pertemuan adatnya di Kabupaten Pegaf. Informasi seperti itu,” ungkap Wisnu.
Wisnu melanjutkan, terkait motif pemalangan karena keluarga terduga pelaku menduga Ketua KPU Pegaf sebagai penyebab salah satu keluarga mereka meninggal dunia tenggelam di Pantai Pami, Amban, Manokwari beberapa hari lalu.
“Jadi untuk motifnya disampaikan oleh salah satu keluarga pelaku pemalangan ada kerabat mereka yang ditemukan meninggal tenggelam di Pantai Pami itu diduga penyebabnya Ketua KPU Pegaf. Keluarga kemudian tersurut emosi dan langsung menuduh ketua KPU Pegaf dan dilakukanlah pemalangan itu,” terangnya.
Disinggung soal motif lain, Wisnu mengugkap sebelumnya pernah terjadi permasalahan soal tanah namun sudah lama dan sudah diselesaikan.
“Memang sempat ada permasalahan tanah tapi sudah selesai, kalau pemalangan itu berawal dari salah paham dan informasi meninggal karena tenggelam itu yang dianggap tidak wajar,” tegasnya.
Wisnu menambahkan, saat ini aparat Kepolisian masih terus melakukan monitoring baik di rumah duka keluarga pelaku pemalangan mapun di rumah Ketua KPU pegaf di Soribo untuk mengantispasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Jadi ada pengamanan melekat kepada Ketua KPU dari Polres Pegaf. Untuk rumah ketua KPU maupun keluarga berduka kami masih terus memonitor. Intinya dua anak ketua KPU sudah di kembalikan,” pungkasnya. [AND-R3]