Jakarta, TP – Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat periode 2025-2030, Dominggus Mandacan — Mohamad Lakotani (DoaMu) mengadakan ibadah pengucapan syukur, Kamis, 20 Februari 2025.
Ibadah pengucapan syukur yang digelar di Hotel Retdop, Jakarta, diikuti para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, para anggota DPR Provinsi Papua Barat, para kepala suku, tokoh agama, dan tokoh masyarakat se-Provinsi Papua Barat, termasuk koalisi partai pendukung maupun tim pemenangan pasangan DoaMu.
Dalam sambutannya, Gubernur mengucapkan terima kasih karena dukungan doa dari seluruh masyarakat Papua Barat yang didengar dan dijawab Tuhan, maka dirinya dan Wakil Gubernur, Mohamad Lakotani bisa dilantik Presiden, Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Mandacan mengenang masa pengabdian, mulai sebagai camata tau kepala distrik, bupati, dan menjadi Gubernur Papua Barat selama 2 periode sebagai sebuah perjuangan yang sangat panjang dan penuh tantangan.
Ia menerangkan, penentuan nama juga menentukan arah perjalanan dan buah dari perjuangan panjang pasangan DoaMu. Sebab, jelasnya, nama itu menunjukkan bahwa ada keyakinan dan ungkapan syukur yang selalu dipanjatkan ke hadirat Tuhan, di balik perjuangan pasangan DoaMu.
Sementara Wakil Gubernur, Mohamad Lakotani menceritakan perjalanan panjang sampai bisa pada titik ini, semua atas izin dan kemurahan Tuhan.
Menurut Lakotani, 92,88 persen perolehan suara pada Pilkada Provinsi Papua Barat 2024 merupakan bukti kepercayaan masyarakat Papua Barat terhadap pasangan DoaMu dengan sejuta harapan, salah satunya mewujudkan rencana induk pembangunan Papua.
Terkait kebijakan Pemerintah Pusat tentang efisiensi anggaran, kata dia, tentu sangat dibutuhkan kerja sama semua pihak, sehingga berbagai indikator pembangunan secara perlahan dan terukur dapat diperbaiki Bersama, bukan hanya kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Untuk itu, Lakotani mengajak semua pihak terus membangun koordinasi, komunikasi, dan sinergitas dalam pembangunan Papua Barat lima tahun ke depan.
“Saya kira dengan kebersamaan kita semua bisa menuntaskan berbagai persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan sektor lain,” pungkas Lakotani. [BOM-R1]