Sorong, TP – Dinas Damkar Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pamong Praja (DP2B dan Satpol PP) Provinsi Papua Barat Daya memusnahkan ratusan porsi makanan dan lauk siap saji kadaluarsa. Pemusnahan dilakukan dengan membakar seluruh produk pangan kadaluarsa di hadapan awak media, pada Jumat (21/2/2025).
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Jhosua Homer mengatakan, produk pangan kadaluarsa yang dimusnahkan tersebut merupakan stok pangan siap saji untuk kebutuhan darurat bencana.

“Produk pangan siap saji itu merupakan bantuan dari BNPB yang diserahkan pada tahun 2023 dan belum sempat digunakan. Kemudian setelah kami cek stoknya di tahun 2025 ini, ternyata produk tersebut sudah expire pqda tahun 2024, ada yang bulan Oktober, ada yang bulan Desember,” ujar Jhosua.
Dengan demikian, agar tak disalahgunakan, demi kebaikan bersama maka stok produk pangan siap saji tersebut harus dimusnahkan. Adapunenu makanan siap saji tersebut diantaranya, ayam balado, daging sapi, nasi kuning dan beberapa menu lainnya.
Sehubungan dengan telah dimusnahkannya stok tangan siap saji tersebut, maka saat ini bidang penanggulangan bencana sudah tidak lagi memiliki stok pangan siap saji manakala terjadi keadaan darurat bencana di wilayah Papua Barat Daya.

“Setelah pemusnahan ini maka kita sudah tidak ada stok lagi. Sehingga manakala terjadi keadaan darurat bencana, mungkin kami akan sedikit kesulitan,” akunya.
Oleh sebab itu, di tahun 2025 ini pihaknya berharap pemerintah Provinsi Papua Barat Daya maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian dengan pengadaan bantuan pangan siap saji maupun kebutuhan lainnya sebagai upaya mitigasi dalam keadaan darurat bencana.
Pasca pemusnahan tersebut, lanjut Jhosua, ihaknya juga akan mengirimkan berita acara pemusbahan tersebut untuk diketahui oleh Inspektorat, BNPB dan Gubernur Papua Barat Daya. (CR24)
