Sorong, TP – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syari’ah (KSPPS) Baitul Ma’al wa Tamwil (BMT) Komunitas Usaha Mikro Mu’amalat Berbasis Masjid (KUM3) mengadakan rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-13.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Zamroni Unimuda Sorong, Sabtu (22/2/2023) tersebut dihadiri lebih dari 800 anggota BMT KUM3 beserta sejumlah tamu undangan.
Ketua Pengurus KSPPS BMT KUM3, Mungawan mengatakan dari tahun ke tahun BMT KUM3 terus surplus. Di mana pada awal didirikan pada 13 tahun yang lalu, modal awal hanya Rp 450 juta namun kini total asetnya sudah mencapai Rp 22 Miliar.

“Di tahun 2023 aset kami Rp 18 Miliar dan di akhir 2024 total adet tercatat Rp 22 miliar, artinya dalam setahun ada surplus Rp 4 miliar. Ini pencapaian yang patut kami syukuri bersama. Tentunya ini berkat kerja kita bersama, ada peran pengurus, pengelola dan tentunya anggota yang semakin menyadari manfaat dari lembaga keuangan syariah,” ujar Mungawan.
Menungkatnya capaian aset tersebut tentu berbanding lurus dengan besaran Sisa Hasil Usaha (SHU) yang juga tumbuh. Di tahun 2023 SHU BMT KUM3 sebesar Rp 774 juta, namun di tahun 2024 naik menjadi Rp 1,065 miliar.
“SHU tersebut akan dibahikan kepada semua anggota mulai dari pengurus, pengelola, hingga pengawas. Adapun mekanisme pembagian SHU dilaksanakan sesuai aturan yang telah dibakukan dalam undang-undang perkoperasian,” sambungnya.
Selain dari tital aset dan SHU kesuksesan BMT KUM3 juga dapat dilihat dari jumlah anggotanya yang terus meningkat setiap tahunnya. Hingga akhir tahun 2024, tercatat jumlah anggotanya mencapai 1800 orang. Hal itu menandakan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KSPPS BMT KUM3 Sorong.
“Kami menargetkan akhir tahun 2025 nanti total anggota kami sudah lebih dari 2000 orang. Dan kita akan upayakan target itu tercapai. Kepada masyarakat, baik yang beragama Islam ataupun mon muslim silahkan bergabung menjafi anggota BMT KUM3. Lembaga keuangan ini memang menerapkan prinsip syariat Islam, tapi tidak berarti ini hanya untuk anggota yang muslim. Agama apapun boleh bergabung, namun seluruh akadnya semua harus dilaksanakan sesuai syariat Islam. Prinsip syariat adalah adil, proporsional dan bebas riba,” jelasnya.
Ketua Pengawas Syariah BMT KUM3, Hartono menambahkan, kendati pencapaian BMT KUM3 tak pernah mengecewakan dari tahun ke tahun, namun pihaknya mengakui bahwa promosinya masih kurang maksimal karena silaturahmi kepada kelompok masyarakat masih belum dilakukan.

“Namun sebagaimana amanah dari rekan-rekam anggota saat RAT, saya yakin ke depan pengelola dan pengurus akan terus menjalin kerjasama dengan semua lembaga yang ada di Kabupaten Sorong dan sekitarnya,” imbuh Hartono.
Dikatakan Senator perwakilan Papua Barat Daya itu, bahwa sesuai rencana kerja di tahun 2024 ada beberapa target yang harus dilakukan. Mulai dari pembukaan kantor kas baru, sertifikasi bagi jajaran manajemen, peningkatan kualitas manajemen dan SDM, membangun gedung pertemuan, optimalisasi lembaga baitul maal, meningkatkan kerja sama antar lembaga serta meningkatkan pendapatan non pembiayaan melalui fee based income dan kerjasama mitra.
Di samping itu, ada pula rencana anggaran yang ditargetkan di tahun 2025 diantaranya, peningkatan simpanan yang diperkirakan naik 15 persen, realisasi pembiayaan diperkirakan naik 15 persen, outstanding pembiayaan diperkirakan naik 35 persen, pemdapatan naik 17 persen, biaya diproyeksikan naik 15 persen dan laba usaha naik sebesar 20 persen.
Salah seorang anggota KSPPS BMT KUM3, Adika Putra mengaku sangat senang bergabung menjadi bagian dari lembaga keuangan syariah tersebut. Ia mengisahkan bahwa awal bergabung bersama BMT KUM3 dimulai pada tahun 2020.
Saat itu, Adika yang merupakan owner Kios HP diajak bekerjasama oleh pengurus BMT KUM3 untuk pengambilan HP, yang nantinya akan dikreditkan kepada anggota BMT.
“Kebetulan BMT juga menawarkan produk pembiayaan berupa pinjaman. Jadi kami juga memanfaatkan itu untuk menambah modal usaha. Jadi ini sangat membantu untuk menambah modal usaha kami, apalagi akadnya ini menggunakan akad Al-Mugharabah yang merupakan syariat Islam. Tentunya ini bebas riba,” beber Adika.
Dikatakan Adika, sebagai pelaku isaha mikro pihaknya juga punya tujuan yang sama dengan BMT KUM3 yakni ingin memajukan perwkonomian masyarakat melalui lembaga keuangan lokal.
“Kebetulan BMT ini kan lembaga keuangan lokal di Kabupaten Sorong, sehingga saya ingin kita sama-sama memajukan lembaga dan usaha lokal yang ada di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya ini. Dan itu terwujud, setelah 5 tahun kolaborasi usaha saya semakin berkembang hingga membuka cabang baru. Sebaliknya, BMT KUM3 juga tumbuh, bisa kita lihat dari capaian aset dan SHU-nya yang terus meningkat,” jelasnya.
Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat di Kota dan Kabupaten Sorong, untuk dapat bergabung menjadi bagian dari BMT KUM3. Sebab akan banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh anggota KUM3, mulai dari mendapatkan kredit kendaraan, krefit smartphone hingga belanja online. (CR24)