Manokwari, TP – Dinas Kehutanan Papua Barat di tahun ini akan mengimplementasikan program penanaman 10 ribu lebih bibit mangrove di Kabupaten Teluk Wondama, Teluk Bintuni dan Kabupaten Kaimana.
Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat, Jimmy Susanto mengatakan, program penanaman 10 ribu lebih bibit mangrove di daerah-daerah yang berpotensi di Papua Barat, karena hutan mangrove sebagai penghasil karbon terbesar.
Tetapi juga, kata Susanto, melalui program ini dapat membentu pemerintah dalam rangka pengurangan gas rumah kaca, sebagai komitmen Papua Barat sebagai provinsi pembangunan berkelanjutan.
“Tahun ini kita sudah alokasikan anggaran senilai Rp. 1 miliar untuk pengadaan bibit mangrove sebagai 10 ribu lebih yang tersebar di 3 kabupaten yang memiliki potensi mangrove,” kata Susanto kepada wartawan di kantor Gubernur Papua Barat, Senin (17/3/2025).
Disinggung terkait rencana penanganan hutan mangrove kedepan, terang Susanto, pihaknya akan membuat telaan kepada Gubernur Papua Barat terkait pembentukan Unit Pelaksanan Teknis (UPT) penanganan mangrove.
“Jadi ada rencana kedepan untuk peningkatan PAD kedepan dengan pembentukan beberapa UPT, baik UPT mangrove, UPT peredaran hasil hutan dan UPT kebakaran Hutan,” terangnya.
Dirinya berharap, jika kedepan dari sisi anggaran memungkinkan, maka pihaknya akan segara membuat telaan kepada gubernur untuk pembentukan UPT baru di Dinas Kehutanan Papua Barat.
“Program ini tergantung anggaran, karena konsekuensinya berdampak pada tunjangan, gaji dan lainnya,” tandas Susanto. [FSM]