Ransiki, TP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) mengaktifkan kembali proses belajar mengajar (PBM) pada dua (2) sekolah yang di Distrik Tahota, Kabupaten Mansel, pekan lalu.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mansel, Agus Mandacan, S.Pd, MA, kepada Tabura Pos di Ransiki, Selasa (14/10).
Ia menjelaskan, dalam kunjungan kerjanya di Distrik Tahota beberapa waktu lalu, kegiatan PBM di dua sekolah mulai kembali di buka, setelah berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan dilakukan pembukaan palang.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga mengantar pejabat pelaksana tugas kepala sekolah (Plt. Kepsek) dan 2 guru kelas, untuk melaksanakan kegiatan PBM di SMP YPK Tahota, yang selama tidak berjalan karena tidak adanya guru.
“Ini bangunan SMP YPK yang sudah lama tidak aktif. Saya ambil kebijakan untuk aktfikan kembali dan tempatkan guru, untuk menjawab keluhan masyarakat Tahota akan kebutuhan pendidikan,” ucap Mandacan.
Lanjut dia, selain SMP YPK, satu lagi Sekolah yang mulai di aktifkan adalah Kelas jauh Siwunyes binaan SD Inpres 119 Tahota.
Menurutnya, bangunan sekolah persiapan itu sempat di palang masyarakat setempat karena kecewa dengan pemerintah daerah lantaran tidak adanya guru yang bertugas, tetapi setelah berkoordinasi dengan pihaknya masyarakat akhirnya bersedia membuka palang dan menerima 2 guru kelas untuk bertugas di kampung setempat.
Mandacan mengungkapkan, pemindahan guru dari SMP dan SD di Kota Ransiki ke Sekolah di Distrik Tahota bukan tanpa sebab, sebaliknya para guru yang di pindahkan ke Sekolah-sekolah di Distrik terjauh karena kinerja mereka yang buruk dan juga karena terjadi penumpukan guru di sekolah sebelumnya.
Sehingga Dinas Pendidikan mengambil kebijakan tersebut untuk menjawab pemerataan guru di Distrik terjauh, sekaligus untuk meningkatkan akses dan layanan pendidikan kepada anak-anak usia sekolah yang ada di Distrik Tahota.
“Totalnya ada 11 guru yang kita pindahkan dari kota ke gunung, rincinya 5 guru dari SMP dan 6 guru dari SD, karena kinerja mereka di kota kurang baik, jadi dipindahkan ke gunung supaya lebih disiplin,” ujarnya.
Dia pun menegaskan, upaya Dinas Pendidikan untuk melakukan pemerataan pendidikan di daerah pelosok atau Distrik terjauh belum berakhir sampai disini. Sambung Mandacan, kedepan untuk Sekolah-sekolah di Oransbari, Ransiki dan Momiwaren, yang terjadi penumpukan, secara bertahap akan di pindahan ke sekolah di distrik terjauh, disesuaikan dengan penilaian kinerjanya dan kelebihan jam mengajar guru bidang studi.
Untuk itu, dirinya berpesan, kepada guru SD dan SMP yang saat ini masih bertugas di kota, sewaktu-waktu jika ditunjuk, harus bersedia dan mau dipindahkan ke tempat tugas yang baru, karena akan ada penambahan guru PNS untuk Sekolah-sekolah di Distrik Dataran Isim.
“Kalau nota tugas dari Dinas Pendidikan sudah keluar, silahkan bergegas dan pindah ke gunung. Kita akan tempatkan mereka (Guru PNS) di SD Inyowara, Desra, Sibjo dan Hugomoth, masyarakat sudah setuju dan siap menerima guru di atas dengan syarat harus tinggal di kampung,” pungkas Mandacan. [BOM-R2]





















