Manokwari, TP – Gereja Kemah Injil Indonesia, Klasis Kepala Burung gelar Rapat Kerja (Raker) IV Tahun 2025 dengan tema ‘Gereja Yang Bertumbuh Berdampak’ (Kolese 2:7) dan sub tema ‘Membangun Sinergitas Dalam Pelayanan Untuk Berdampak secara Holistik melalui Kuasa Roh Kudus Dalam Pengajaran’ di salah satu hotel di Manokwari, Selasa-Rabu (14-15/10/2025).
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, lembaga keagamaan merupakan mitra kerja pemerintah dalam membangun kualitas iman umat di Papua Barat.
Sehingga, kata Mandacan, kualitas iman dari umat itu baik, pastinya yang ada di dalam hati dan pikiran adalah perbuatan-perbuatan baik kepada semua orang.
Dikatakan Mandacan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mempunyai komitmen untuk mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan di Provinsi Papua Barat.
“Kita di Papua Barat terdapat 48 sinode yang menjadi tanggungjawab Pemprov Papua Barat untuk memberikan dukungan, baik kegiatan fisik maupun non fisik,” kata Mandacan saat membuka Raker IV Tahun 2025, Gereja Kemah Injil Indonesia.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam Raker IV ini sangatlah relevan dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi saat ini.
“Menjadi gereja yang bertumbuh, bertambah, berdampak bukan hanya slogan tetapi sebuah panggilan untuk mewujudkan gereja yang dinamis, inklusif dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan spiritual dan sosial kemasyarakatan,” ujar Mandacan.
Sebagai Gubernur Papua Barat, dirinya menyampaikan appresiasi kepada Gereja Kemah Injil Indonesia khususnya, Klasis Kepala Burung, karena atas semua dukungan doa, Tuhan sudah dengar dan menjawab dirinya kembali menjabat diperiode ke-2 ini.
Pertumbuhan gereja, kata Mandacan, bukan diukur dari jumlah jemaat tetapi juga dari kualitas iman, karakter dan pelayanan yang diberikan kepada sesama.
Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang mampu membentuk umat yang beriman teguh, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.
Gereja yang bertambah, adalah gereja yang terus memperluas pelayanannya untuk menjangkau mereka yang belum terjangkau dan membawa kabar suka cita kepada setiap insan.
Sedangkan, sambung dia, gereja yang berdampak adalah gereja yang tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri tetapi menjadi berkat bagi lingkungan sekitar turut serta membangun perdamaian, keadilan, kesejahteraan bersama.
“Papua Barat adalah provinsi yang majemuk dan membutuhkan peran aktif dari semua elemen masyarakat termasuk lembaga keagamaan untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera,” tandas Mandacan. [FSM-R2]





















