Ransiki, TP – Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, S.IP, membuka Musyawarah Cabang (Muscab) III Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) di Aulla RSUD Elia Waran, Oransbari, Rabu (15/10) pagi.
Dengan mengusung Tema ‘Peran strategis bidan dalam memenuhi hak kesehatan seksual dan reproduksi perempuan di setiap kondisi kritis, menuju Indonesia Emas 2045’, Muscab III IBI juga dihadiri Ketua DPRK Mansel, Ferdinand Waran, SH, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mansel, dr. Iwan P. Butarbutar.
Bupati Mansel, Bernard Mandacan, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan dedikasi para bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Lanjut dia, peran bidan sangat vital dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan dalam upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa tantangan di bidang kesehatan, khususnya di Kabupaten Mansel tidaklah mudah dan tidak terlepas dari kondisi geografis, serta literasi masyarakat yang masih rendah tentang kesehatan, sehingga diperlukan pendekatan personal untuk mengubahnya secara perlahan, ucapnya.
Tantangan tersebut mengharuskan seorang bidan terus meningkatkan pengetahuan, ketrampilan serta etika profesi demi tercapainya Generasi Emas 2045.
Untuk itu, dia meminta, Muscab III IBI ini menjadi momen penting untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan mutu pelayanan dan mempersiapkan para bidan dalam menghadapi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan masyarakat yang terus berubah.
Diharapkan, kegiatan tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menghasilkan kepemimpinan yang visioner dengan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, serta membawa perubahan positif bagi kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Mansel yang tercinta ini.
Di akhir sambutannya, Bupati Bernard memotivasi para bidan untuk terus membangkitkan semangat melayani, sebab mama-mama Papua yanga ada di kampung membutuhkan bimbingan dan pengetahuan akan kesehatan ibu hamil dan anak.
“Kalian (bidan) adalah pekerja kemanusiaan dan penyelamatan ibu hamil dan bayi. Saya merasakan, selama ini mama-mama di kampung belum 100 persen tersentuh dengan Posyandu untuk kesehatan ibu hamil dan anak, mohon supaya jadi perhatian kita bersama,” pintanya.
Kepada Kepala Dinas Kesehatan, dia pun meminta supaya lebih sering turun ke lapangan memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, karena faktanya mama-mama di kampung sedang dihantui dengan berbagai penyakit yang mematikan, sehingga butuh sentuhan dan pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mansel, dr. Iwan P. Butarbutar menitipkan, agar pelaksanaan Muscab III IBI ini dapat menghasilkan keputusan yang terbaik bagi kemajuan profesi bidan dan pelayanan masyarakat yang lebih baik kedepan.
Menurut dia, peran bidan penting bagi masa depan kehidupan manusia, karena 1.000 hari kehidupan pertama bagi bayi ada di tangan bidan, sehingga jika bidan bermain-main maka bisa menimbulkan masalah seperti lahirnya kasus stunting dan bayi kurang gizi.
Butarbutar berharap, dengan peran bidan yang semakin komprehensif, tahun 2026 tidak ada lagi angka kematian bagi ibu hamil dan bayi baru lahir. Untuk mendukung kerja-kerja bidan, Dinas Kesehatan akan melakukan fasilitasi dan harmonisasi terhadap upah bidan yang bertugas di kota dan di daerah terpencil.
Ketua IBI Kabupaten Mansel, Olemphia Ohoilulin mengapresiasi Pimpinan Daerah, karena untuk pertama kalinya Muscab IBI Kabupaten Mansel dihadiri langsung oleh Bupati Mansel.
Muscab ini merupakan momentum penting bagi Organisasi IBI, bukan hanya sebagai forum tertinggi di tingkat cabang untuk mengevaluasi program kerja periode sebelumnya, tetapi juga sebagai ajang menyusun rencana strategis kepengurusan yang baru, untuk membawa IBI ke arah yang lebih maju.
Dia mengungkapkan, bidan memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak melalui berbagai program, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, persiapan reproduksi hingga upaya pencegahan stunting, bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
IBI sebagai organisasi profesi harus terus meningkatkan kapasitas, memperluas solidaritas dan menjaga profesionalisme dalam setiap langkah pelayanan.
“Kita perlu memperkokoh sinergi dengan Pemerintah Daerah, lintas sektor dan mitra pembangunan, agar peran bidan semakin di akui masyarakat,” ajak Ohoilulin.
Dirinya melaporkan, jumlah bidan di Kabupaten Mansel sebanyak 127 bidan, tersebar di 57 Kampung dan 6 Distrik. Untuk itu, kiranya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan bidan kedepannya dapat diperhatikan oleh Pemerintah Daerah. [BOM-R2]




















