Manokwari, TP – Pasar Borobudur yang terletak di Kelurahan Padarni yang dibangun beberapa tahun silam, ternyata belum difungsikan hingga saat ini.
Ironisnya, di samping bangunan yang bagus tersebut, para penjual sayuran yang mayoritas mama-mama Papua, masih berjualan di atas emperan beralaskan karung.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Kelurahan Padarni, Paul Rumbruren, S.STP mengatakan, sedianya bangunan itu bisa dimanfaatkan atau difungsikan, tetapi masih ada beberapa sarana pelengkap yang perlu diperbaiki.
“Memang bisa difungsikan, cuma ada yang perlu diperbaiki, terkait parkiran, MCK, drainase, dan ada atap bocor yang perlu perbaikan. Begitu juga dengan keamanannya,” ungkap Rumbruren kepada Tabura Pos di kantornya, Rabu (29/10/2025).
Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) untuk memfungsikan bangunan tersebut.
“Sehingga, para pedagang yang ada di sepanjang emperan jalan bisa masuk ke dalam bangunan pasar dan bisa dikontrol,” tambahnya.
Menurut Rumbruren, bangunan pasar itu dalam perencanaannya, dikhususkan untuk jenis jualan kering, seperti sayur, ikan asar, dan bisa menampung 50-70 pedagang.
“Kalau para pedagang bisa masuk, bisa mendapat PAD, tetapi kita pemerintah harus memberikan solusi, siapkan sarana dan prasarana. Karena ini belum ready, jadi belum bisa geser pedagang,” jelasnya.
Rumbruren berharap dengan keberadaan bangunan pasar ini bisa menampung pedagang di sepanjang emperan jalan Borobudur yang berasal dari beberapa tempat, seperti Abasi dan Manokwari Utara.
“Kalau pasar ini sudah ready, harapan saya bisa masukkan para pedagang ke dalam situ supaya bisa lebih tertib, karena mayoritas jualannya mulai sore sampai malam,” terang Kepala Kelurahan Padarni. [SDR-R1]





















