Manokwari, TP – Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming dan istrinya, Selvi Ananda yang juga Ketua Umum Dekranas beserta rombongan dijadwalkan tiba di Kabupaten Manokwari, Selasa, 4 November 2025.
Untuk menyambut kedatangan Wapres dan rombongan, maka jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari telah meninjau sejumlah lokasi, seperti Pasar Wosi, Pasar Sentral Sanggeng, dan Kawasan Arena Publik (KAP) Borarsi.
“Ini dalam rangka HUT ke-127 Manokwari dan persiapan rencana kunjungan kerja Bapak Wakil Presiden dan Ibu Ketua Dekranas yang rencana ke Manokwari pada tanggal 4 November 2025,” kata Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono kepada para wartawan di KAP Borarsi, Sabtu (1/11/2025).
Dikatakannya, Pemkab sudah menyiapkan sejumlah agenda yang sekiranya bisa disetujui agar Wapres bisa melihat Pasar Wosi, Pasar Sentral Sanggeng, KAP Borarsi, dan agenda Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Beberapa agenda kita siapkan dan nanti diputuskan oleh timnya Pak Wapres mengingat padatnya agenda beliau. Ada agenda besar Dekranasda dan agenda tambahan Pak Wapres. Tanggal 4 tiba dan mungkin tanggal 5 sudah berangkat,” kata Mugiyono.
Dirinya berharap sejumlah agenda yang disiapkan Pemkab dapat disetujui tim Wapres, sehingga Wapres bisa melihat langsung Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Manokwari.
“Kita hanya menyiapkan tempat-tempat yang bakal dikunjungi menjadi nyaman, tetapi titik mana yang akan dikunjungi, keputusan kita serahkan ke timnya Wapres,” ujar Mugiyono.
Bupati Manokwari, Hermus Indou menambahkan, selain PSN Pasar Sentral Sanggeng dan KAP Borarsi, Pemkab juga menyiapkan Pasar Wosi sebagai tempat yang disiapkan dan usulan untuk dikunjungi Wapres.
Dikatakannya, Pasar Wosi adalah symbol perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Manokwari, sehingga perlu dikunjungi Wapres.
“Kita memiliki target di Pasar Wosi bahwasanya kunjungan Bapak Wapres akan berdampak terhadap transformasi menjadi pasar induk atau pasar raya, sehingga kita berharap setelah kunjungan nanti, dua atau tiga tahun mendatang, kita akan melihat sesuatu yang luar biasa yang terjadi di Pasar Wosi,” kata Indou.
Bupati juga mengaku sudah menyiapkan sejumlah program strategis daerah (PSD) menjadi program strategis nasional (PSN). “Nanti akan diusulkan menjadi program strategis nasional mulai tahun 2026 sampai 2030,” kata Bupati.
Diutarakan Indou, dirinya akan mendorong Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, bisa mendapatkan hak yang sama dengan daerah di Jawa dalam pembangunan, salah satunya tentang pembebasan hak ulayat untuk kepentingan peningkatan atau pelebaran ruas Jl. Drs. Esau Sesa sampai Maruni.
Menurutnya, pembebasan ruas Jl. Drs. Esau Sesa sampai Maruni membutuhkan biaya besar, baik untuk pembangunan fisik maupun biaya ganti rugi lahan terhadap masyarakat yang tidak bisa ditanggung APBD kabupaten atau provinsi.
“Kalau di daerah Jawa dan sekitarnya, PSN ganti ruginya bisa ditanggung negara, kenapa di Papua tidak bisa? Perlakuan terhadap PSN di Papua dengan daerah lain di Indonesia, seharusnya bisa sama,” ujar Indou.
Untuk itu, Bupati akan mendorong pembebasan lahan dari Sinar Suri sampai Maruni, masuk dalam ruas jalan nasional, bisa ditanggung Pemerintah Pusat melalui APBN.
Ia menambahkan, PSD lain yang akan diusulkan, diantaranya pasar raya induk Wosi, GOR Prabowo, jembatan Pepera, pembangunan tanggul Teluk Doreh, dan Teluk Wosi, Rendani.
Bukan itu saja, Indou juga akan mendorong penataan Pulau Mansinam sebagai situs sejarah masuknya Injil di tanah Papua. “Penataan Pulau Mansinam juga menjadi target kita bisa masuk menjadi PSN sampai tahun 2030,” kata Bupati.
Dirinya berharap dari kunjungan Wapres ini bisa membawa dampak nyata terhadap pembangunan di Kabupaten Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat selama 5 tahun ke depan. [SDR-R1]





















