Ransiki, TP – Tingkat kehadiran ASN dan tenaga honorer dalam apel gabungan OPD lingkungan Pemkab Mansel, dinilai semakin menurun.
Kondisi ini di khawatirkan ini menjadi barometer untuk kita mengukur perkembangan dan kemajuan di Kabupaten Mansel.
“Kalau terus seperti ini, apa yang bisa masyarakat harapkan dari kehadiran pegawai di tempat ini. Kalau kita memiliki tanggungjawab harusnya kita hadir di kantor untuk mendukung Pimpinan Daerah dan pimpinan di masing-masing OPD,” sebut Bupati Mansel.
Orang nomor 1 di lingkungan Pemkab Mansel ini mengaku kecewa dengan kondisi yang ada. Padahal menuntut jadi CPNS/PPPK bertindak cepat, tetapi kehadiran di kantor masih seperti ini.
Menuntut dia, sebagai Abdi pemerintah dan masyarakat, seorang pegawai harus memiliki rasa malu terhadap masyarakat, karena setelah di angkat menjadi ASN dan di fasilitasi menjadi tenaga honorer, setiap bulan menuntut hak dibayar tetapi kewajiban tidak dilaksanakan.
Dengan kondisi yang ada, cepat atau lambat sudah pasti, bagi pimpinan OPD yang tidak memberikan arahan dan bimbingan kepada staf, entah karena merasa jenuh atau faktor lama memimpin sehingga merasa bosan, sudah pasti akan dilakukan roling jabatan.
“Kemungkinan besar ada yang nonjob, supaya istirahat dulu, nanti kita lihat lagi 2 tahun kedepan,” terang dia.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Mansel menegaskan, bagi PNS dan PPPK harus siap untuk ditempatkan dimana saja, jika SK di tugaskan di Dataran Isim, Tahota atau Neney, harus di terima dan tidak boleh tawar-menawar, karena itu panggilan.
“Kalian melawan, saya akan coret dari data kepegawaian. Saya pemagang kekuasaan, kalian tunggu waktu dan proses saja, waktu yang akan menentukan semua, ” ujar Bernard dengan nada tegas.
Lanjut dia, jangan ada yang merasa diri hebat dan mengatur diri sendiri, ada pimpinan di kantor, maka harus mendengar arahan pimpinan, harus memberikan contoh yang baik.
Di akhir arahannya, Bupati Mansel mengajak semua pegawai untuk membantu TNI-POLRI mejaga keamanan dan kenyamanan Kabupaten Mansel sebagai Rumah bagi semua Suku.
Secara khusus kepada para Kepala Distrik supaya menyampaikan arahan kepada masing-masing kampung, melaksanakan keberhasihan di setiap kampung dalam menyambut suasana Natal dan tahun baru.
“Mari kita rayakan Natal dengan Damai dan Sukacita, tidak perlu merayakan dengan acara yang mewah-mewah tetapi merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini,” himbau dia.
Bupati Mansel juga berpesan kepada Pimpinan OPD supaya memiliki semangat kerja dan membimbing stafnya dengan baik, supaya lebih disiplin dalam menjalankan tigas dan tanggungjawab untuk melayani masyarakat. [BOM-R2]




















