Manokwari, TP – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Papua Barat menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) tahun 2025, di Hotel Valdos Manokwari, Sabtu (29/11/2025). Rakerwil kali ini mengusung tema’Kokohkan barisan tingkatan pelayanan raih kemenangan’.
Pelaksanaan Rakerwil PKS Papua Barat ini merupakan rangkaian agenda konsolidasi, koordinasi partai berjalan mulai dari Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).
“Sesuai perintah DPP, kita (DPW,red) diminta menyelesaikan rakerwil sebelum November atau paling lambat tanggal 31 Desember 2025. Agenda rakerwil ini membahas program yang akan dilaksanakan di tahun 2026,” jelas Ketua DPW PKS Papua Barat, Imam Muslih saat membuka Rakerwil.
Imam menerangkan, program yang dilaksanakan tahun 2026, tidak terlepas dari visi dan bagian-bagian yang sudah ditetapkan oleh DPP. Sehingga, pengurus tingkat provinsi dan kabupaten tinggal mengikuti, menyesuaikan dan melaksanakannya.
“Kita tidak diminta membuat program baru dan kegiatan-kegiatan lain di luar yang sudah diarahkan, tetapi kita dipersilahkan berkreativitas sesuai apa yang sudah ditetapkan oleh DPP, tinggal penyesuaian- penyesuaian dengan sosial politik yang ada di daerah kita,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan Imam, Sejumlah agenda untuk tahun 2026 adalah, evaluasi hasil pemilu yang tidak stabil seperti jumlah perolehan kursi legislatif di daerah, kadang banyak dan bahka ada daerah tidak mendapat kursi di legislatif. Misalnya, legislatif tingkat provinsi PKS hanya memperoleh satu kursi.
“Kita harus punya cita-cita lima tahun ke depan, kita harus memperoleh lebih banyak,” ungkapnya.
Agenda lainnya, yaitu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan mengenali, memahami dan menguasai kondisi daerah masing-masing. Sebab, setiap daerah memiliki konteks politik yang berbeda.
Masalah kuota perempuan juga disinggung dalam Rakerwil tersebut. Menurut Imam, sejak tahun 2000-an yang menduduki kursi di legislatif rata-rata laki-laki dan belum ada perempuan.
“Karena memang ada klausul 30 persen untun perempuan. Yang perempuan bersemangat, tidak ada yang tidak mungkin. Mungkin bertahap kalau ada peluang di kabupaten kita endorse. Tidak ada yang tidak mungkin,” terangnya.
Ketua DPW PKS Papua Barat ini menambahkan, kaderisasi juga menjadi perhatian DPP. Sehingga, dirinya berharap DPD harus bisa saling mendukung untuk menghidupkan organisasi-organisasi sayap PKS.
“Kita tidak menutup diri padanide, gagasan, tidak menutup diri pada orang-orang yang mau bersama kita. Kita buka ruang selama mau ikut aturan main PKS, maka kita persilahkan,” tukas anggota DPRP Papua Barat ini.
Ketua DPW PKS Papua Barat ini berharap, melalui Rakerwil 2025, kolaborasi, kerja sama semakin solid untuk langkah-langkah ke depan. Rakerwil 2025 diikuti para ketua DPD PKS kabupaten se-Papua Barat. [SDR-R2]




















