Sorong, TP – Aparat keamanan di Papua Barat Daya meningkatkan kewaspadaan untuk memastikan stabilitas tetap terjaga. Di Sorong, langkah preventif dilakukan melalui perluasan patroli, penguatan koordinasi, dan penempatan personel pada titik-titik strategis yang dianggap rawan. Upaya ini menjadi bagian dari antisipasi rutin terhadap potensi provokasi yang kerap muncul pada momentum 1 Desember.
Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol, Andi Muhammad Nurul Yaqin menyampaikan bahwa patroli dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan kekuatan gabungan dari Polda dan TNI.
“Patroli difokuskan pada kawasan permukiman, gang atau lorong, serta tempat-tempat keramaian yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujar Kompol Andi Muhammad Nurul Yaqin.
Situasi lapangan yang dilaporkan jajaran intelijen menunjukkan Kota Sorong dalam kondisi terkendali. Meskipun demikian, langkah mitigasi tetap diperketat sebagai bentuk kehati-hatian menghadapi momentum yang kerap dikaitkan dengan agenda kelompok tertentu.
“Situasi kamtibmas di Kota Sorong masih kondusif. Rekan-rekan intel terus bergerak dan memantau perkembangan,” kata Kompol Andi.
Personel gabungan melakukan patroli skala besar untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan normal tanpa gangguan. Penempatan anggota dilakukan pada jam-jam rawan di berbagai titik mobilitas, termasuk ruang publik dan jalur antarkampung.
“Untuk pengamanan di wilayah Kota Sorong, kami tetap melakukan patroli dan penjagaan di titik yang diperlukan. Ini bagian dari upaya menjaga Harkamtibmas,” jelas Kompol Andi.
Selain langkah teknis, edukasi publik juga ditekankan. Kompol Andi mengimbau warga tetap menjaga ketertiban lingkungan dan berperan aktif mendukung suasana aman.
“Jadi bukan hanya tugas kepolisian atau TNI, masyarakat juga memiliki tanggung jawab menciptakan situasi kondusif di Sorong Kota,” ujar Kompol Andi.
Ia menambahkan pentingnya partisipasi warga dalam pelaporan jika menemukan potensi gangguan.
“Jika warga menemukan dugaan gangguan keamanan, segera laporkan kepada Polresta Sorong Kota. Patroli tetap dijalankan rutin, baik siang maupun malam menggunakan roda dua dan roda empat,” tambah Kompol Andi.
Di Kabupaten Nabire, upaya penguatan kesiapsiagaan turut dilakukan melalui sosialisasi yang digelar Lembaga Masyarakat Adat (LMA) setempat. Kegiatan berlangsung di kediaman Ketua LMA dan dihadiri berbagai unsur masyarakat adat. Sosialisasi ini menekankan pentingnya ketenangan publik serta kewaspadaan terhadap provokasi yang sering muncul pada 1 Desember.
Sekretaris LMA Nabire Gerson Ramandai membuka kegiatan dengan menyoroti peran sentral lembaga adat dalam menjaga harmonisasi sosial.
“LMA memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat tetap tenang dan tidak mudah dipengaruhi isu,” ujar Gerson Ramandai.
Materi utama dipaparkan Ketua LMA Nabire Karel Misiro yang menjelaskan bahwa dinamika sosial biasanya meningkat pada periode tersebut. Ia mengajak masyarakat bersikap bijak dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Masyarakat harus tetap tenang, tidak terprovokasi, dan melapor jika menemukan indikasi gangguan,” tegas Karel Misiro.
Hal ini menunjukkan bahwa penguatan pengamanan dan imbauan untuk tetap tenang merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Kolaborasi aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat menjadi kunci agar suasana Papua tetap aman, stabil, dan terbebas dari gangguan yang dapat menghambat aktivitas publik.[Rls-R3]



















