Manokwari, TP — Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol Yosi Muhamartha dan Kepala Bulog Cabang Manokwari, Sheika Irawaty, melepas penyaluran beras SPHP dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, dari Gudang Bulog Manokwari, Selasa (9/12/2025).
Yosi mengungkapkan, penyaluran beras SPHP ke daerah-daerah dalam rangka stabilitas pasokan dan harga pangan merupakan program Bulog untuk didistribusikan ke masyarakat melalui instansi terkait, termasuk kepolisian.
“Kami (Polda Papua Barat red) proaktif untuk mendistribusikan SPHP ini dengan maksud supaya stabilitas harga pangan tercapai,” kata Yosi kepada wartawan di gudang Bulog Manokwari, kemarin.
Ia mengatakan, beras SPHP merupakan beras medium yang kualitasnya cukup baik dan bagus untuk masyarakat.
Diungkapkannya, Polda Papua Barat mendistribusikan beras tersebut ke masyarakat dengan harga Rp60 ribu kemasan 5 Kg.
“Harapannya dengan distribusi beras SPHP ini, beras-beras yang sebelumnya harganya di atas HET bisa terkoreksi dan bisa turun lagi,” tukas Wakapolda.
Kepala Bulog Cabang Manokwari, Sheika Irawaty menambahkan, beras SPHP yang disalurkan per 9 Desember 2026 ke enam kabupaten sebanyak 128,5 ton.
Dengan rincina, di Manokwari termasuk pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) 61 ton, Teluk Wondama 10 ton, Manokwari Selatan 5 ton, Teluk Bintuni 10 ton, Pegunungan Arfak 2,5 ton, Kaimana 30-ton dan Fakfak 10 ton.
Menurutnya, stok beras SPHP yang dimiliki Bulog Manokwari bisa menjawab kebutuhan maupun permintaan sampai tiga bulan ke depan.
“Untuk lima kabupaten sekitar 8.000 ton. Untuk Polda Papua Barat sendiri itu di Kabupaten Manokwari targetnya 500-ton sampai akhir tahun atau 31 Desember untuk target tahun 2025,” jelasnya.
Sheika menambahkan, selama ini GMP yang dilakukan Polri maupun TNI, dijual dengan harga Rp60 per kemasan 5 Kg dan sangat membantu masyarakat.
Kepala Bulog Cabang Manokwari mengungkapkan, sesuai perintah dari Kapolri, bagi daerah yang belum terdapat Bulog, maka Polres di masing-masing daerah tersebut menyediakan gudang filial untuk menampung beras SPHP sesuai dengan kapasitasnya.
“Nanti setelah izin prinsipnyan keluar, kami tinggal mengirimkan kalau stoknya sudah habis,” pungkasnya.
Ia menambahkan, harga jual beras SPHP dari gudang filial yang disiapkan Polres di beberapa daerah, seperti Pegaf, Mansel, Bintuni, Kaimana, dan Teluk Wondama harganya masih tetap sama dengan harga yang ada di Manokwari. [SDR-R2]





















