Manokwari, TP – Dosen dan Mahasiswa/I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Papua (FEB Unipa) program studi Managemen melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diwujudkan dengan memberikan pendampingan pemasaran Noken dan aksesoris khas Papua hasil kerajinan mama-mama Papua secara digital.
Kegiatan ini dilasanakan FEB Unipa mulai 13 – 15 Desember dengan sasaran pedangan Noken dan aksesoris khas Papua wilayah Amban, Brawijaya, Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi, Manokwari, Papua Barat.
Penanggung Jawab Program PkM FEB Unipa, Dr. Jein S. Toyib, M.Si., mengatakan program ini dirancang sebagai bentuk pendampingan berbasis kebutuhan nyata di lapangan guna menfasilitasi mama-mama Papua pedagang Noken dan aksesoris khas Papua untuk memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai sarana promosi.
“Promosi produk Noken dan aksesoris khas Papua dengan memanfaatkan medsos jauh lebih mudah, sederhana dan mudah dioperasikan dengan target pasar yang luas,” kata Jein kepada Tabura Pos via WhatsApp, Rabu (17/12/2025).
Dikatakan Jein, program pengabdian kepada masyarakat merupakan tindaklanjuti dari kegiatan sebelumnya yang berfokus pada pengenalan dasar penggunaan platform digital.

Dirincikan Jein, ditahap perencanaan PkM ditujukan kepada delapan kios pedagang. Namun, dalam pelaksanaannya berhasil direalisasikan pada tujuh kios.
Terdiri dari enam kios merupakan peserta pendamping pada tahap sebelumnya dan satu kios lagi berpartisipasi aktif di lokasi dengan mengajukan permohonan pendampingan pembuatan dan pengelolaan medsos.
“Kami melakukan pendampingan dengan metode One-on-One mentoring yakni, pendampingan partisipatif secara langsung di setiap kios masing-masing dengan tujuan meningkatkan kemandirian pelaku usaha dalam memasarkan produk secara berkelanjutan,” ujar Jein.
Dijelaskan Jein, PkM yang digelar meliputi pembuatan dan optimalisasi akun medsos, khususnya Facebook, pelatihan pengambilan foto produk menggunakan kamera ponsel, penyusunan caption promosi sederhana, serta praktik mengunggah konten secara mandiri.
Lebih lanjut, kata Jein, Tim dosen dan mahasiswa mendampingi peserta secara intensif agar setiap pedagang mama-mama Papua ini dapat memahami dan mempraktikkan materi sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.
Ia mengklaim, respons peserta sangat positif, pedagang Noken dan aksesoris khas Papua khususnya mama-mama sangat antusias selama pendampingan, terutama saat praktek pengambilan foto produk dan penyusunan dan menyusun redaksi promosi
Menurutnya, melalui program PkM ink selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kepercayaan diri peserta untuk memasarkan produk secara luas melalui medsos dengan tujuan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada penjualan langsung di kios.
Perguruan tinggi, tambah dia, berperan aktif dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan UMKM lokal dan pelestarian produk budaya Papua.
Dirinya berharap, kegiatan ini dapat dilanjutkan secara berkelanjutan melalui pendampingan lanjutan, penguatan kualitas konten promosi, serta perluasan jejaring pemasaran digital.
Disamping itu, sambung Jein, bagi masyarakat yang ingin membeli noken dan aksesoris khas Papua bisa kunjungi alamat medsos Alyo Makoi brand Yabimasaka, tetapi juga akun facebook Mama Andalinda dengan brand Noken Mama Papua.
“Kami berharap melalui program ini dapat menjangkau lebih banyak kios Noken dan aksesoris yang ada di Manokwari. Karena berdampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan pelaku usaha Noken dan keberlanjutan produk budaya lokal,” tandas Jein. [FSM-R2]




















