Manokwari, TP – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menggandeng instansi lintas sektor dalam pelaksanaan Operasi Lilin Mansinam (OLM) 2025, dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mulai tanggal 20 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026.
Kesiapan pelaksanaan OLM diawali dengan apel gelar pasukan guna mengecek kesiapanpersonel dan perlengkapan. Kesiapsiagan itu turut dipastikan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan bersama Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Johnny E. Isir, dan pejabat utama lainnya, ,di Halaman Mapolda Papua Barat, Jumat (19/12/2025).
Dalam pelaksanaan OLM 2025, Polda Papua Barat tidak hanya mengerahkan 575 personel, tetapi juga peralatan canggih untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan baik di darat maupun di laut, seperti perlengkapan penjinak bom.
“Operasi Lilin Mansinam 2025 berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Total 575 personel yang diterjunkan terdiri atas anggota Polda, Polres jajaran, instansi terkait, serta unsur organisasi kemasyarakatan seperti Pramuka dan sejumlah LSM,” jelas Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ignatius B. A Prabowo kepada wartawan.
Selain itu, Polda Papua Barat juga menyiapkan 6 pos pelayanan, 12 pos pengamanan, dan 3 pos terpadu yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Pos-pos pengamanan tersebut diisi oleh personel kepolisian bersama instansi terkait lainnya yang menjadi titik kendali pengamanan dan pelayanan masyarakat selama Nataru yang menjadi prioritas OLM 2025.
*Untuk pos pelayanan, sebagian besar akan dioperasikan oleh Polres di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Di bawah arahan Isir, Polda Papua Barat juga mengaktifkan layanan aduan darurat melalui call center 110 yang beroperasi penuh selama libur Nataru. Masyarakat dapat menggunakan layanan tersebut untuk melaporkan gangguan keamanan, tindak kejahatan, maupun kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi secara cepat.
Begitu juga saat pengamanan ibadah malam Natal, Polda Papua Barat memastikan target OLM juga mencakup pengamanan tempat ibadah pada saat malam Natal. Koordinasi dengan pengurus gereja telah dilaksanakan, termasuk kebutuhan pengamanan di masing-masing lokasi.
“Kita akan melaksanakan sterilisasi J-3 sebelum ibadah dimulai. Personel akan menghentikan sementara aktivitas jemaat yang ingin masuk gereja. Setelah selesai dan dinyatakan aman, barulah jemaat dapat masuk. Ini protap dan harus dilaksanakan untuk menjamin keamanan ibadah,” terangnya.
Masyarakat diimbau untuk bersama menjaga keamanan wilayah selama perayaan Natal dan Tahun Baru di rumah besar Provinsi Papua Barat agar perayaan ibadah Natal hingga pergantian tahun berjalan tertib, aman, lancar, dan penuh sukacita. [SDR-R2]





















