• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, Januari 6, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home LINTAS NUSANTARA NASIONAL

Surat Terbuka untuk Presiden, Menteri ESDM dan Kepala Daerah se Tanah Papua.

AdminTabura by AdminTabura
22/12/2025
in NASIONAL
0
Surat Terbuka untuk Presiden, Menteri ESDM dan Kepala Daerah se Tanah Papua.
0
SHARES
386
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Oleh: Yose Rizal Papuana Mayor, S.Hut, Aktivis Lingkungan.

Statement Pak Presiden yang mengatakan “Papua juga Harus di Tanami Sawit agar menghasilkan BBM dari Sawit,” pada pertemuan dengan kepala Daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota se Tanah Papua di Jakarta, 16 Desember 2025 lalu, di terjemahkan lebih lanjut oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia “Untuk Swasembada Energi” maka semua potensi daerah harus dioptimalkan.

Mungkin anda lupa membaca rilis data BPS pada tahun 2025 luasan perkebunan sawit di Indonesia telah mencapai 16.83 juta hektar, Pak Presiden dan Menteri ESDM yang terhormat, saya berharap, kalian menampilkan data dan angka hasil konversi olahan minyak Sawit menjadi BBM alternatif, sudah mencapai berapa liter atau Ton dalam per tahun dan berapa besar kontribusi hasil olahan itu bagi kebutuhan Energi Nasional?

Sehingga, kami tidak dibuat bingung dengan target capaian yang dikemas rapi dalam Program Strategis Nasional (PSN).

Terlepas dari hasil olahan minyak sawit menjadi BBM, saudara Bahlil saya berharap anda tidak hanya konsen terhadap kebutuhan investasi dan energi, namun anda juga harus paham tentang pentingnya ekologi sebagai daya dukung kehidupan.

Dari pernyataan anda di media konvensional dan elektronik, seakan hutan hanya dilihat sebagai lahan tak bertuan yang diabaikan sehingga dengan mudah disulap menjadi kebun Sawit.

Saudara Bahlil, saya jelaskan sedikit ya, dengan bahasa yang paling sederhana dan berharap anda bisa pahami. Jika anda menyamakan sawit sepadan dengan tanaman hutan lain hanya karena sama-sama berdaun hijau dan menyerap karbon, itu mengusik saya, Pak. Sungguh saya risau dengan statement tersebut.

Kalau sekedar berdaun hijau dan menyerap karbon, maka stek singkong juga berdaun hijau dan menyerap karbon pak. Kita tak sedang bicara karbon saja ketika membahas hutan pak. Ulangi, hutan itu tak melulu soal karbon pak, tetapi lebih besar dari hal itu, sehingga deforestasi (juga degradasi hutan) – deforestation and forest degradation – harus menjadi keprihatinan presiden juga.

Bukan hanya keprihatinan saya saja pak.
Kita harus menyelamatkan hutan, dan tidak membiarkan ekspansi pertanian semau-maunya terjadi.

Hutan dengan aneka pohon dan tetumbuhannya mempunyai fungsi yang tak bisa digantikan oleh perkebunan sawit. Hutan menjaga aneka satwa liar (rusa, babi hutan, kasuari, tikus tanah, burung-burung, sampai semut, cacing, dsb). Hutan menyediakan aneka tumbuhan termasuk herbal (tanaman obat) bagi kehidupan.

Hutan menjaga tatanan air (hidrologi) agar terjadi kehidupan yang seimbang dan lebih baik. Hutan juga memberikan naungan kehidupan bagi masyarakat adat di dalamnya.

Sementara perkebunan sawit adalah ekosistem dengan tanaman seragam (mono-cropping) yang tak memungkinkan aneka satwa bisa hidup kecuali ular kobra, tikus dan burung hantu.

Pendek kata tak selengkap satwa di hutan belantara. (Walau bapak berseloroh), menganggap sawit punya daun yang sama dengan pohon lain di hutan, tetapi itu seloroh yang tak seharusnya diucapkan. Secara fisik ya daun pasti hijau.

Tetapi simplifikasi bahwa (ekosistem) sawit hanya karena berdaun hijau lalu sepadan dengan (ekosistem) hutan, ya kurang bijaksanalah pak. Ini nggak apple to apple pak Presiden dan Saudara Mentri Bahlil.

Hutan itu mengabdi pada kepentingan kelestarian alam (sistem ekologi) dan kehidupan sosial (warga di dalam dan di sekitar hutan).

Saya jamin, pak Presiden termasuk menteri bapak, tak akan pernah bisa menilai berapa miliar-triliun rupiah nilai manfaat kehadiran satwa liar di hutan, berapa miliar-triliun rupiah nilai air yang ditangkap dari hujan dan disimpan di akar tetumbuhan hutan, berapa miliar-triliun rupiah nilai oksigen yang tiap saat keluar dari dedaunan di hutan, juga anda tak akan bisa menghitung berapa triliun rupiah nilai obat-obatan herbal yang disediakan hutan.

Saya jamin, anda tak akan mampu menilainya. Saya pun juga tak mampu. Tetapi kita bisa meraba dan merasakan manfaatnya.

Ayo pak Presiden, saya mengajak menteri-menteri bapak untuk berdiskusi lebih intensif dengan banyak kalangan ahli kehutanan, ahli ekologi, ahli sosiologi, ahli antropologi, di negeri ini.

Kita bisa berbagi ilmu pengetahuan dan pandangan. Kita kembangkan sawit untuk pangan dan energi, tanpa harus membabat dan mengupasi kawasan hutan.

Pak Presiden, anda harus anti terhadap deforestasi dengan segala dampak negatifnya pak. Jangan sebaliknya,
nanti kita bisa dikucilkan oleh dunia internasional pak. Kita dianggap negara aneh jika menganjurkan deforestasi.

Mari kita sama-sama menyelamatkan hutan pak itu perintah UUD 1945 dan kita hentikan deforestasi. Kita hentikan penggundulan hutan, karena akibatnya langsung pada terjadinya bencana banjir, pemanasan global, kehilangan spesies tumbuhan, hilangnya keanekaragaman hayati, dan bencana kemanusiaan berupa hilangnya penghidupan masyarakat lokal.

Mari kita menjadi bijak penuh kebajikan pada alam, terkhusus untuk seluruh kepala daerah di seantero Tanah Papua, baik provinsi, kabupaten dan kota, agar jangan mudah terlena dengan asupan dana Otsus Rp. 12,5 triliun, membuat kalian gelap mata dan menerima tawaran sawit oleh presiden dengan mudah.

Saya berharap, sebelum kalian menerima tawaran itu, kalian harus menerima masukan serta melibatkan masyarakat adat pemilik tanah sebelum mengambil keputusan itu.

Dengan kepala tertunduk dan belasungkawa mendalam terhadap sauadara kita di Sumatra dan Aceh, saya berharap kejadian banjir bandang yang merenggut banyak nyawa tak bersalah dan gelondongan kayu yang hanyut terbawa arus banjir dapat menjadi pelajaran berharga bagi kalian sebelum mengambil keputusan untuk menjadi suatu kebijakan.

Karena diujung tinta Bolpoint dan tandatangan kalian ada banyak nyawa berteduh entah menjadi berkat atau sengsara, karena goresan tanda tangan kalian menentukan keberlangsungan kehidupan rakyat dari Pulau, pesisir, lembah hingga pegunungan.

Salam dari tanah Papua [***]

Previous Post

Perayaan Natal KKK Manokwari Dirangkai dengan Pelantikan Kepengurusan Periode 2025-2030

Next Post

Personel Operasi Lilin Mansinam 2025 Berikan Pertolongan Warga Saat Patroli Malam di Manokwari

Next Post
Personel Operasi Lilin Mansinam 2025 Berikan Pertolongan Warga Saat Patroli Malam di Manokwari

Personel Operasi Lilin Mansinam 2025 Berikan Pertolongan Warga Saat Patroli Malam di Manokwari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL ASTON

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!