Manokwari, TP — Dalam suasana menyambut hari kelahiran Yesus Kristus atau Natal, 25 Desember 2025 dan Tahun Baru, 1 Januari 2026, sejumlah warga di Kabupaten Manokwari ikut memeriahkan dengan mendirikan pondok Natal.
Pendirian pondok Natal di sejumlah lokasi dalam Kota Manokwari, dengan beragam dekorasi dan ornamen, membawa pesan spiritual, sekaligus ajang perlombaan.
Untuk itulah, Petrus Mandacan mendirikan pondok Natal yang cukup menarik perhatian warga di halaman rumahnya, di Bukit Doa, Jl. Gunung Salju, Amban, Manokwari.
Pondok Natal ini tampil cukup mencolok dihiasi lampu berwarna-warni serta menampilkan tokoh seperti Santa Claus dan boneka salju untuk menyambut setiap orang yang melintas.
Petrus Mandacan mengatakan, proses pembuatan pondok Natal dimulai sejak 27 November 2025. Berbeda dengan dekorasi modern yang instan, Petrus Mandacan justru memilih untuk menonjolkan pemanfaatan kekayaan alam di sekitarnya.
“Yang paling menarik, mungkin dari bahan. Kami pakai kayu untuk dinding yang diambil langsung dari alam. Hampir semua berasal dari alam,” klaim Petrus Mandacan yang ditemui Tabura Pos di pondok Natal-nya, Selasa, 30 Desember 2025 malam.
Dirinya memilih memakai bahan alami dengan konsep tradisional agar menjadi nilai tambah tersendiri, setelah diikutkan dalam perlombaan pondok Natal.
Diakuinya, banyak pendirian pondok Natal, para pesertanya sudah banyak yang beralih ke bahan daur ulang atau dekorasi buatan pabrik.
Ia menambahkan, perlombaan pondok Natal ini ajang tahunan yang selalu dinantikan masyarakat di Kota Manokwari. Selain bentuk ekspresi iman, kegiatan ini turut memperindah estetika kota, khususnya di malam hari.
Kini, setelah proses pendirian pondok Natal selesai dan perlombaan sudah dinilai, maka giliran para peserta lomba yang menunggu pengumuman pemenang pondok Natal.
“Perlombaannya sudah lama. Sampai sekarang kami masih menunggu hasil,” kata Petrus Mandacan.
Ia menambahkan, melalui perlombaan pondok Natal, warga tidak hanya berlomba-lomba menjadi yang terbaik, juga menunjukkan bahwa dengan kesederhanaan bahan alam dan kreativitas, maka makna Natal yang damai dan hangat dapat tersampaikan. [CR29-R4]




















