Manokwari, TP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat mengabarkan, hingga saat ini belum ditemukan adanya laporan kasus ‘super flu’ atau varian virus influenza A H3N2 subelade K di wilayah Papua Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan dalam arahan apel pagi di Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat, (9/1/2026) menyampaikan, virus ini telah terdeteksi di sejumlah provinsi di Indonesia, sejak periode November-Desember 2025.
Dijelaskan Alwan, virus super flu merupakan nama medisnya dengan virus influenza A H3N2 subelade K. Flu ini lebih berat dari flu-flu biasa.
“Virus super flu ini sudah masuk di Jakarta, Surabaya, Bali dan provinsi lainnya di Indonesia. Papua Barat hingga sekarang belum tercatat adanya kasus super flu,” kata Alwan.
Meskipun demikian, Alwan menghimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan tidak panik.
“Yang penting masyarakat jangan pikiran, ada uang atau tidak ada uang jangan pikiran. Karena 80 persen penyakit diperangaruhi oleh pikiran,” pungkas Alwan.
Kepada wartawan usai memimpin apel, Alwan menjelaskan, untuk pencegahan virus super flu ini seperti dengan ciri-ciri panas demam, mengigil, flu karena imun tubuh.
Menurutnya, jika kedepan ada peningkatan kasus super flu, pihaknya akan segera melakukan pencegahan dini disetiap pintu-pintu masuk ke wilayah Papua Barat. “Sejauh ini memang di Papua Barat ada gejala-gejala, tetapi belum terdeteksi di Papua Barat secara keseluruhan klaua super flu ini sudah masuk ke Papua Barat,” tandas Alwan. [FSM-R3]





















