Manokwari TP – Pisang goreng adalah salah satu jajanan yang paling diminati oleh masyarakat dan bisa menjadi makanan pengganjal perut. Banyak orang yang melihat peluang ini, salah satunya Susiani, atau yang akrab dipanggil Mama Ichat.
Mama Ichat sudah berjualan gorengan sekitar 5 tahun dengan modal sendiri. Selain pisang goreng, Mama Ichat juga menjual molen, petatas goreng, tahu isi, bakwan, tempe goreng, dan sukun goreng.
Harga gorengan pun bervariasi, dimulai dari harga Rp 5.000, pembeli bisa mendapatkan 3 potong gorengan, bisa dibeli satuan dengan harga sekitar Rp 2.000.
“Kita jualnya 3 potong harganya Rp. 5.000, bisa dibeli satuan kalau ada yang mau, Rp. 2.000 kita kasih.” Ujar Mama Ichat pada Tabura pos di tempat jualannya, tepatnya di sepan gapura, Kampung Makassar, turunan Polda lama, Selasa, (20/1/2026).
Untuk jualan khususnya gorengan sukun ketika sedang musim dan menjadikannya sebagai menu spesial dengan harga yang sama. Selama berjualan, kata Mama Ichat, dengan modal Rp 600 ribu bisa menghasilkan Rp 1 juta perbulan.
Namun belakangan ini, sambung dia, jualannya sedikit menurun, karena sepi pembeli sehingga pendapatan perbulan yang dihasilkan sekitar Rp 800 ribu – Rp 850. ribu, tergantung jualannya habis atau tidak.
“Penghasilan per bulan tidak menentu, sih. Kalau sekarang lagi sepi, tidak seperti dulu. Kalau dulu paling modal kita Rp 600 ribu bisa dapat untung Rp 1 juta perbulan. Kalau sekarang pendapatan perbulan berkurang, paling Rp 800 ribu-kadang Rp 850 ribu,” ujarnya.
Meskipun demikian, dirinya tetap optimis untuk berjualan guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Mama Ichat mulai berjualan dari Senin-Sabtu dan libur pada hari Minggu untuk menikmati waktu bersama keluarga. Saat hari kerja tiba, Mama Ichat akan kembali berjualan bersama suaminya seperti biasanya. [CR27/R5]





















