Ransiki, TP – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Pemkab Mansel) dihimbau untuk selalu menghargai pimpinan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tidak menunjukkan sikap yang memojokkan atasan sendiri.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Kabupaten Mansel, Adolop Kawey, SH, saat memimpin apel gabungan OPD di Halaman Kantor Bupati Mansel, Bukit Boako Ransiki, Senin (26/1).
“Belum saatnya kalian bisa menduduki jabatan dan memegang tanggungjawab yang hari ini pimpinan kalian jalani, bicara enak tetapi belum tentu kalian semua mampu menjalani tugas dan tanggungjawab jabatan yang diberikan,” ucap Sekda Kawey.
Ia menuturkan, menyangkut kedisiplinan, banyak pejabat yang telah dilantik namun tidak mencintai amanah yang diberikan. “Ada ruangan dan kursi tetapi orangnya justru tidak ada,” sambungnya.
Menurut dia, sebagian orang yang belum dipercayakan atau dilantik dalam jabatan seringkali suka mengatur dan menyalahkan Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekda. Namun ketika sudah dilantik, mereka menginginkan penghormatan dari staf.
“Tidak mau dipanggil nama, maunya dipanggil kepala bidang dan lain-lain. Ego itu kasi tinggal. Kita ini ibarat lari maraton, sama-sama berlari dan akan sama-sama sampai di garis finish – artinya setelah masa pensiun akan kembali menjadi masyarakat,” ujarnya.
Oleh sebab itu, sebagai seorang ASN harus belajar dari ilmu padi: semakin berisi akan semakin merunduk, artinya tetap rendah hati. Sehingga ketika memasuki masa pensiun, tetap dihargai orang lain dan punya cerita baik untuk keluarga, anak cucu, dan masyarakat kedepan.
Sekda Kawey menambahkan, ASN juga harus disiplin dalam masuk dan pulang kantor serta waktu mengisi absen, karena absen menjadi salah satu indikator penilaian dalam pemberian Tunjangan Kinerja Pegawai (TPP).
Ia meminta kepada pimpinan OPD untuk bertindak tegas terhadap ASN, terutama para Kepala Bidang (Kabid) yang tidak pernah hadir dan menjalankan tugas di kantor – TPP-nya harus ditahan.
“Sebagai ASN kalau kita tidak menjalankan tugas, tanggung jawab, serta kewajiban, berarti kita berdosa kepada Tuhan. Karena apa yang kita minta sudah diberikan, tetapi kita tidak menjalankannya dengan penuh tanggungjawab,” katanya.
Lanjutnya, menjadi ASN berarti secara otomatis terikat dengan aturan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Jangan sampai sudah memegang Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai ASN, tetapi hidupnya masih terpengaruh gaya hidup yang boros.
Harusnya berkat yang diberikan Tuhan dimanfaatkan dengan baik untuk menafkahi keluarga dalam hal pakaian, makanan, dan minuman, supaya berkah tetap ada. Namun jika hanya mementingkan kepentingan duniawi, maka semuanya akan menjadi sia-sia.
Pada kesempatan itu, Sekda Kawey menyampaikan bahwa kehadiran ASN di apel dari waktu ke waktu tidak bertambah bahkan semakin sedikit. Bahkan jumlah eselon III yang hadir lebih banyak dari eselon II.
“Jangan sok karena punya ilmu dan sarjana jadi menganggap diri sok. Ingat amanah yang Tuhan berikan harus direnungkan baik-baik, hanya Tuhan yang mengatur semuanya,” pintanya.
Intinya, sebagai ASN harus memiliki pikiran dan gagasan yang mendukung Bupati serta Wakil Bupati, yang telah bekerja keras untuk membawa perubahan bagi Kabupaten Mansel.
Di akhir arahannya, Sekda membeberkan bahwa dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk tahun 2026 dikembalikan untuk dievaluasi. Oleh karena itu, pimpinan dan Bendahara OPD diharapkan mendukung seluruh proses tersebut. [BOM-R2]





















