Manokwari, TP — Keamanan di Pasar Sentral, Sanggeng, Manokwari menjadi sorotan dari para pedagang. Meski pasar sudah dibangun megah, tetapi masih saja ada gangguan dari oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuat keresahan terhadap pedagang.
Persoalan keamanan sudah dibawa Asosiasi Pedagang Pasar Sanggeng ke DPRK Manokwari dalam hearing, beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan, pemerintah akan merangkul warga atau pemuda di sekitar pasar untuk diberikan tanggung jawab dan berkolaborasi menjamin keamanan di pasar.
Indou menegaskan, keamanan di Pasar Sentral merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk warga di sekitar pasar maupun para pedagang.
“Selain ada UPT, nanti kita libatkan para pedagang untuk kita beri tanggung jawab keamanan dan membuat tim keamanan internal di pasar yang bertugas di lantai 1, 2, dan 3,” rinci Bupati kepada para wartawan di Pasar Sentral, Sanggeng, Jumat (23/1/2026).
Ditegaskannya, selain warga dan pedagang, pemerintah akan menempatkan aparat keamanan dari TNI dan Polri.
Dirinya memastikan pemda akan merenovasi Pos Polisi (Pospol) yang saat ini dalam kondisi rusak untuk dipakai aparat keamanan, sehingga ada kolaborasi di antara masyarakat, pedagang, dan aparat keamanan.
Secara terpisah, Plh. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Manokwari, Yahya Maabuat mengatakan, masalah keamanan sementara ini masih di-handle anggota TNI.
“Masalah keamanan di Pasar Sentral, Sanggeng ini sementara Dinas Perdagangan dan Perindustrian Manokwari dibantu delapan anggota TNI,” kata Maabuat kepada Tabura Pos di Pasar Sentral, Sanggeng, akhir pekan lalu.
Menurut Maabuat, adanya penambahan atau tidak aparat keamanan yang akan ditempatkan di pasar baru, masih menunggu Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pasar Sanggeng terbentuk. [SDR-R1]





















