Manokwari, TP — Para pedagang sayur di Pasar Sentral, Sanggeng, Manokwari tampaknya enggan untuk berjualan di meja yang sudah dibagikan.
Mereka memilih untuk menjajakan jualannya di bagian luar pasar (trotoar dan teras pasar) dengan beralaskan karung.
Dari pantauan Tabura Pos, Senin, 26 Januari 2026 sekitar pukul 17. 00 WIT, sejumlah mama-mama Papua menemui Plh. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisperindag) Kabupaten Manokwari, Yahya Maabuat yang saat itu melakukan penertiban dengan anggota Satpol PP Kabupaten Manokwari.
Para pedagang mengungkapkan alasan lebih memilih berjualan di luar ketimbang di dalam pasar dengan meja permanen yang disediakan.
“Tidak apa-apa anak, mama jualan di luar sini saja, karena meja yang di dalam kecil, sedangkan kita punya barang jualan banyak. Kalau di bawah sini, bisa atur semuanya,” kata seorang mama Papua.
Mereka yang berjualan di bagian luar, bukan hanya yang tidak mendapatkan meja, tetapi ada yang justru sudah mendapatkan meja, memilih berjualan di luar.
“Mama memang sudah dapat meja, tapi jualan di luar karena banyak yang jualan di luar bikin pembeli tidak masuk ke dalam. Kita yang dapat meja di dalam jadinya hanya nonton jualan yang jejer di meja, tidak ada pembeli yang masuk,” kata pedagang lain.
Upaya untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi terhadap para pedagang supaya mau menempati meja yang disediakan, terus dilakukan Disperindag didukung Satpol PP, tetapi selama 19 hari ini belum membuahkan hasil.
“Sekarang meja dibiarkan kosong dan mama dorang pilih jualan di trotoar dan rabat gedung. Cuaca tidak setiap hari seperti ini dan sudah 19 hari saya sosialisasi, tetapi masih saja begini,” kata Maabuat kepada Tabura Pos di Pasar Sentral Sanggeng, Senin.
Ia mengakui membutuhkan kesadaran dan kerja sama dari sesama pedagang, sehingga tidak ada kecemburuan di antara satu sama lain.
“Kami sudah sampaikan berulang kali, tetapi mereka lebih pilih keluar, karena alasan mereka meja kecil dan tidak cocok berjualan di posisi meja seperti itu. Mungkin dari alasan mereka bisa menjadi masukkan untuk pembangunan pasar-pasar berikut di Manokwari,” jelas Maabuat.
Namun, Kadisperindag mengaku, pihaknya akan terus memberikan sosialisasi dan pemahaman untuk para pedagang bahwa sudah saatnya mengubah cara berdagang dari yang awalnya beralaskan karung di tanah beralih memakai meja yang sudah disediakan.
“Kami akan terus sosialisasi dan tetap berjalan dibantu Satpol, anggota TNI, dan polisi, bagaimana membuat masyarakat mengerti dan memahami,” katanya.
Lantaran meja untuk berjualan ditinggal para pedagang yang didomonasi mama-mama Papua untuk berjualan di bagian luar pasar, maka tindak mengherankan meja-meja di dalam pun tampak kosong. [SDR-R1]





















