Ransiki, TP – Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Pemkab Mansel) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mansel resmi menutup Latihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2018, di Gedung Serbaguna Yusuf Kawey, Ransiki, Kamis (29/1).
Bupati Mansel, Bernard Mandacan, SIP, dalam sambutannya, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dengan metode Blended Learning.
Dapat dipahami bahwa transisi antara pembelajaran mandiri, daring, hingga klasikal menuntut disiplin dan adaptasi teknologi yang tidak mudah. Namun, para peserta telah membuktikan bahwa ASN Manokwari Selatan adalah ASN yang siap dengan perubahan teknologi dan dapat memanfaatkan teknologi secara efektif dengan terus meningkatkan kompetensi untuk mendukung kinerja dan pelayanan publik.
Ia menuturkan, latsar ini bukan sekedar syarat administratif untuk mengubah status CPNS menjadi PNS 100 persen. Lebih dari itu, Latsar adalah momentum penanaman nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
Manokwari Selatan membutuhkan aparatur yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral.
“Saya tidak ingin mendengar ada ASN yang baru setahun bekerja sudah malas-malasan atau sulit ditemui saat masyarakat membutuhkan pelayanan. Maka setelah Latsar ini dan saudara-saudari kembali ke unit kerja masing-masing, saya titipkan tiga pesan,” ucap Bupati Mansel.
Pertama, jadilah agen perubahan, bawa inovasi yang saudara rancang saat aktualisasi ke dalam sistem kerja nyata, jangan larut dalam kebiasaan lama yang menghambat. Kedua, loyalitas pada daerah, bekerja untuk kemajuan masyarakat Manokwari Selatan, cintai daerah ini dengan bekerja tulus dimana saudara ditempatkan. Ketiga, terus belajar, dunia berubah cepat, Metode Blended Learning Daring mengajarkan bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, maka jangan berhenti meningkatkan kompetensi.
“Selamat bertugas. Semoga Tuhan memberkati setiap langkah pengabdian kita bagi Tanah Papua dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Papua Barat, Jainap Uswanas, SE, M.Si, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada adik-adik yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses pembelajaran selama kurang lebih 3 (tiga) bulan dengan baik dalam kegiatan Latsar.
Hal tersebut menunjukkan bahwa, saudara-saudari telah selesai dengan baik dalam mengikuti proses Pembelajaran Blended Learning dengan memadukan Pembelajaran Jarak Jauh dan Klasikal.
Selain itu, disela-sela rutinitas yang padat dan disertai beban pekerjaan yang tinggi, saudara-saudari mampu menyelesaikan target output pelatihan ini yaitu Implementasi Aktualisasi di perangkat daerah masing-masing.
Uswanas mengungkapkan, Pelatihan Dasar CPNS ini bukan sekedar syarat untuk mengubah status CPNS menjadi PNS saja, tetapi lebih dari itu Latsar merupakan instrumen mengubah mentalitas lama yang mengikis kaku dan menggantinya dengan mentalitas pelayan publik yang modern.
Dalam hal ini, ASN tidak lagi bisa bekerja dengan pola busines as usual tetapi harus menjadi sosok yang lincah (agile). Kurikulum Latsar yang yang telah saudara lalui didesain agar saudara memiliki dan kecerdasan ketahanan emosional dalam menghadapi dinamika birokrasi yang semakin kompleks.
Kembali dia menjelaskan, core values BerAKHLAK yang sudah dipelajari selama ini. Diantaranya, berorientasi pelayanan, yang dimaksud adalah jangan pernah bertanya, ‘Apa yang saya dapat?’ tapi bertanyalah ‘Apa yang bisa saya bantu?’.
Selanjutnya, Akuntabel, yang dimaksud adalah Integritas yakni mata uang yang berlaku dimana saja, sekali saudara cacat secara moral, sulit untuk memulihkannya. Kompeten, yang dimaksud adalah dunia berubah setiap detik, berhenti belajar berarti mulai mati secara profesi. Harmonis dan Loyal keberagaman bangsa, yang dimaksud adalah ASN yakni perekat dan pemersatu bangsa. Adaptif dan Kolaboratif, yang dimaksud yaitu jangan bekerja dalam sekat-sekat ego sektoral.
“Saya telah menerima laporan mengenai aktualisasi yang sudah dikerjakan di instansi masing-masing. Saya sangat bangga melihat banyak inovasi dan perbaikan prosedur yang lahir dari pemikiran segar adik-adik peserta Latsar,” ucap Uswanas.
Namun demikian, ingatlah bahwa sesungguhnya baru dimulai besok pagi, saat Aktualisasi yang saudara-saudara menjalankan tugasnya di instansi masing-masin, jangan membiarkan laporan aktualisasi itu hanya menjadi tumpukan kertas di lemari arsip, tetapi implementasikan, kembangkan, dan jadikan itu sebagai warisan awal saudara di instansi tempat saudara mengabdi.
Dia berpesan, saudara-saudari adalah generasi emas birokrasi, harapan tertumpang di pundak saudara untuk menghapus stigma negatif birokrasi yang lambat dan berbelit-belit. Maka, jadilah ASN yang solutif bukan yang menambah masalah, jadilah ASN jujur meski lingkungan sekitar mungkin menggoda untuk sebaliknya, jadilah pemimpin masa depan yang inklusif.
“Selamat bertugas di medan pengabdian yang sesungguhnya. Jaga kehormatan korps, jaga nama baik instansi, dan cintai rakyat melalui pelayanan yang tulus,” pungkasnya.
Untuk diketahui, jumlah peserta Latsar CPNS Formasi 2018, Tahun Anggaran 2025 sebanyak 102 orang, yang terdiri dari Golongan II sebanyak 64 orang dan Golongan III sebanyak 48. Namun, berdasarkan hasil evaluasi dan kelulusan dari aspek akademik, rancangan, aktualisasi serta evaluasi sikap dan perilaku, yang dinyatakan lulus sebanyak 92 orang, sedangkan 10 orang lainnya revisi. [BOM-R2]





















