Manokwari, TP – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya menargetkan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja kembali menjadi objek wisata, di Manokwari, Papua Barat.
Kepala Resort Taman Wisata Alam Gunung Meja, Warto Sapan, mengatakan saat ini sedang dalam pembenahan dan penyediaan fasilitas pendukung.
“Saat ini kami masih menyesuaikan seluruh program pengembangan dengan anggaran DIPA yang tersedia. Prioritas utama kami adalah pembenahan fasilitas,” ujar Warto kepada wartawan di sela-sela mendampingi mengunjungi TWA Gunung Meja, Sabtu, (7/2/2026).
Ia mengatakan, TWA Gunung Meja memiliki sejumlah potensi wisata yang cukup menjanjikan. Mulai dari wisata pengamatan burung (birding) khususnya jenis kakaktua, sejarah Tugu Jepang, serta gua alam yang saat ini sedang diupayakan untuk dikembangkan. Selain itu, pihaknya juga sedang berupaya pengembangan potensi Camping.
Lebih lanjut, dikatakannya, potensi birding dan keberadaan satwa, juga didukung Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Manokwari yang telah melakukan pelepasanliaran satwa hasil hasil sitaan maupun temuan dari pelabuhan, bandara, serta yang ditemukan beredar di dalam kota.
Menurutnya, pelepasliaran satwa dilakukan dengan menyesuaikan habitat aslinya. Satwa yang berasal dari wilayah ketinggian akan dilepasliarkan di kawasan dataran tinggi, sedangkan satwa yang habitatnya berada di dataran rendah dapat dilepasliarkan di kawasan seperti Gunung Meja yang dinilai sesuai.
“Kami rutin melakukan patroli peredaran tumbuhan dan satwa liar untuk memantau keberlangsungan satwa,” jelasnya.
Warto menambahkan, TWA Gunung Meja berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan dan secara teknis dikelola oleh BBKSDA Papua Barat Daya melalui KSDA Wilayah II Manokwari.
Ia juga menambahkan bahwa dalam pengembangan kawasan wisata, pihaknya terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah pembangunan paving block yang didukung melalui anggaran pemerintah daerah.
“Kami sebagai pengelola pada prinsipnya mendukung setiap upaya yang bertujuan baik untuk pengembangan TWA Gunung Meja. Namun harus kami akui fasilitas pendukungnya masih terbatas. Sehingga promosi wisata Gunung Meja belum kami lakukan secara masif karena kami ingin memastikan fasilitasnya siap terlebih dahulu,” tukasnya.
Warto menambahkan, pengelolaan TWA Gunung Meja pihaknya melibatkan masyarakat asli dalam menjaga keamanan kawasan. Sebab, keberadaan TWA Gunung Meja yang berada di tengah Kota Manokwari membuat kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap gangguan lingkungan.
Ia mengungkapkan, BBKSDA Papua Barat Daya juga telah menetapkan tarif masuk kawasan TWA Gunung Meja yang relatif terjangkau agar masyarakat dapat menikmati kawasan konservasi sekaligus wisata alam di tengah Kota Manokwari.
Untuk wisatawan lokal, tarif masuk sebesar Rp10.00 per orang pada hari kerja, ditambah asuransi Rp1.000, pada akhir pekan dan hari libur nasional sebesar Rp15.000 ditambah asuransi Rp1.000. Sementara, bagi wisatawan mancanegara, tarif masuk sebesar Rp100.000 pada hari kerja dan Rp150.000 pada hari libur.
Dirinya berharap, dengan harga tiket yang terjangkau dan sistem pengamanan yang melibatkan masyarakat lokal, minat masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung ke TWA Gunung Meja terus meningkat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
“Penetapan tarif ini kami sesuaikan agar tetap terjangkau, namun tetap mendukung pengelolaan dan pengamanan kawasan, karena gunung meja adalah benteng hidrologi Kota Manokwari,” pungkasnya. [*SDR-R4]





















