Manokwari, TP – Program nasional pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden, Prabowo Subianto merupakan instrument strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI), Joko Suranto mengatakan, Presiden menetapkan target pembangunan 3 juta rumah per tahun, masing-masing 1 juta unit di kawasan perkotaan, 1 juta unit di pedesaan, dan 1 juta unit di wilayah pesisir.
“Konsep besar program itu adalah pengentasan kemiskinan melalui sektor perumahan. Berdasarkan data dan kajian akademis, indikator kesejahteraan masyarakat sangat erat kaitannya dengan kepemilikan rumah yang layak,” kata Suranto dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD REI Provinsi Papua Barat di Aston Niu Hotel, Manokwari, Selasa (10/2/2026).
Dijelaskannya, program 3 juta rumah membuat terjadinya distribusi ekonomi, karena ketika perumahan dibangun, ada sekitar 185 industri turunan yang terdampak langsung.
Di samping itu, jelas Suranto, program 3 juta rumah juga sebagai lapangan pekerjaan, dimana terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Berdasarkan riset, sektor properti selalu menyumbang sekitar 0,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Ditambahkan Suranto, keberhasilan program3 juta rumah memang membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah daerah.
Oleh karena itu, REI sebagai ujung tombak di setiap daerah harus mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ke manapun REI berada, harus bisa memberi manfaat dan kontribusi bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kontribusi REI dalam penyediaan rumah layak bagi masyarakat,” katanya. [SDR-R1]




















