Manokwari, TP – Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Mansinam pada 2026, Satlantas Polresta Manokwari mencatat terjadi pelanggaran yang didominasi pelajar.
Kasat Lantas Polresta Manokwari, Iptu Nurfah Tajong mengatakan, operasi ini difokuskan terhadap upaya pencegahan dan cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.
Diakuinya, selama operasi, pihaknya lebih mengedepankan langkah preemtif dan preventif seperti penyebaran brosur, leaflet, dan stiker keselamatan.
Selain itu, tambahnya, edukasi keselamatan berlalu lintas juga digencarkan melalui media sosial, media elektronik, hingga turun ke sekolah.
“Kita juga masuk ke beberapa sekolah besar, terutama SMA dengan jumlah siswa cukup banyak. Edukasi terus kita galakkan agar kesadaran tertib berlalu lintas meningkat, karena data yang kami punya, rata-rata pelanggar dan yang terlibat kecelakaan adalah usia pelajar,” beber Kasat Lantas kepada para wartawan di kantornya, Rabu (18/2/2026).
Dirinya mengatakan, berdasarkan data Satlantas, pelanggaran selama operasi didominasi pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm standar sebanyak 183 pelanggaran.
“Total kendaraan roda dua yang terjaring sebanyak 272 kendaraan dengan berbagai jenis pelanggaran. Untuk kendaraan roda empat tercatat sekitar 20 pengemudi tidak memakai sabuk pengaman. Namun pelanggaran tersebut lebih banyak diberi teguran dibandingkan tilang,” terang Kasat Lantas.
Dirinya menambahkan, selama pelaksanaan operasi, tercatat 8 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat dan luka ringan serta 2 orang meninggal dunia, sedangkan jumlah barang bukti kendaraan yang diamankan sebanyak 14 unit.
Tajong mengakui, terjadi penurunan angka kecelakaan dibandingkan Operasi Lilin akhir 2025. ““Dibandingkan akhir tahun kemarin, pada Operasi Keselamatan ini, alhamdulillah terjadi penurunan,” klaim Kasat Lantas. [SDR-R1]





















