Sorong ,TP – Bandar Udara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong melakukan rapat koordinasi lintas sektoral untuk memastikan kesiapan transportasi udara menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026. Rakor tersebut berlangsung di Kota Sorong pada Rabu (11/3).
Kegiatan dipimpin Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) DEO Sorong, Soekarjo, SH., MH, dengan menghadirkan berbagai instansi terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, PT Jasa Raharja Sorong, maskapai penerbangan, pemerintah daerah, TNI/Polri, serta pemangku kepentingan sektor penerbangan.
Rakor ini bertujuan untuk menghadapi potensi peningkatan mobilitas masyarakat selama mudik dan arus balik. Menurut Soekarjo, bandara ini menjadi salah satu titik pantauan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini.
“Kami mempersiapkan berbagai langkah strategis agar operasional penerbangan tetap berjalan aman, lancar, dan tertib selama periode mudik maupun arus balik,” ucapnya.
Sebagai bagian persiapan, akan dibentuk Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 yang beroperasi selama 18 hari mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Puncak arus mudik diperkirakan pada 18 Maret, sedangkan puncak arus balik pada 29 Maret.
Pelaksanaan posko mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan serta kebijakan pemerintah terkait tarif dan pelayanan transportasi udara selama libur Lebaran.
Diharapkan seluruh pihak terkait dapat memperkuat koordinasi dan sinergi untuk memastikan penyelenggaraan angkutan udara berjalan optimal bagi masyarakat. [CR30-R2]




















