Sorong,TP– Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Sorong, Korneles Usili, menyayangkan insiden penembakan terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang terjadi di Kabupaten Tambrauw baru-baru ini. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang menjadi korban, di mana dua di antaranya meninggal dunia.
Korneles Usili menegaskan bahwa tindakan kekerasan seperti itu tidak seharusnya terjadi, terlebih yang menjadi korban adalah masyarakat sipil yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Ia menilai, peran tenaga kesehatan sangat vital dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di daerah terpencil.
Menurutnya, aksi penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok TPNPB Kodam XXXIII RU Mana Tambrauw telah menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. Hal ini tentu berdampak langsung pada terganggunya pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan.
“Ini sangat kami sesalkan. Korbannya adalah masyarakat yang sedang bertugas untuk membantu sesama. Seharusnya mereka dilindungi, bukan justru menjadi sasaran kekerasan,” ujar Korneles Usili.
Ia juga menekankan bahwa tindakan-tindakan yang mengarah pada kekerasan hanya akan menghambat jalannya roda pemerintahan serta pembangunan di wilayah Papua Barat Daya, khususnya di Kabupaten Tambrauw.
Korneles mengajak seluruh pihak, termasuk kelompok TPNPB, untuk menghentikan segala bentuk aksi yang merugikan masyarakat. Ia berharap adanya kesadaran bersama untuk menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif.
Selain itu, Korneles Usili juga menyampaikan pesan yang bersifat membangun, yakni pentingnya mengedepankan dialog dan komunikasi dalam menyelesaikan setiap persoalan. Ia menilai bahwa pendekatan damai akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan tindakan kekerasan.
Ia juga mengimbau kepada para anggota TPNPB agar dapat mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan yang dilakukan. Menurutnya, masyarakat adat sangat menginginkan kehidupan yang aman, damai, serta adanya keberlanjutan pembangunan di tanah Papua.
Hal tersebut disampaikan Korneles Usili kepada media ini melalui sambungan telepon pada Selasa (17/3/2026). Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang demi keselamatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat. [MPS-R2]




















