Manokwari, TP – Perum Bulog Cabang Manokwari menambah pasokan beras pasca-Idul Fitri sebanyak 8.700 ton dan sedang dalam perjalanan.
“Untuk Papua Barat, khususnya wilayah Manokwari, stok aman. Saat ini, stok kami sekitar 835 ton, kemudian di Depo ada sekitar 275 ton yang segera dibongkar dan dalam perjalanan sekitar 8.700 ton,” kata Kepala Bulog Cabang Manokwari, Sheika Irawaty kepada para wartawan di sela-sela pasar murah di bekas kantor Bank Indonesia, Manokwari, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, belum ada kenaikan harga beras atau minyak goreng yang menjadi penugasan Bulog, yakni beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan MinyaKita.
“Penyaluran beras SPHP ke pasar masih stabil seperti biasa, tidak ada lonjakan dan berjalan rutin, dan di Bulog belum ada kenaikan komoditas, baik beras premium, minyak, maupun beras lain, semua masih stabil,” klaim Irawaty.
Dikatakannya, dengan kondisi stok yang mencukupi menjadi salah satu faktor utama yang menjaga stabilitas harga pangan di Manokwari.
Ditambahkannya, Bulog juga menyiapkan penyaluran bantuan pangan terhadap 54.763 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Papua Barat dengan alokasi 1.095.260 kg beras dan 219.052 liter MinyaKita untuk periode Januari-Februari 2026.
“Kita fokus penyaluran bulan ini sambil menunggu distribusi minyak goreng program Minyakita sebagai bagian dari penugasan pemerintah. Penyaluran bantuan pangan ini lanjutan dari program sebelumnya dengan alokasi untuk Februari dan Maret 2026,” rincinya.
Dia menambahkan, skema penyaluran masih sama seperti periode Oktober dan November 2025, dimana setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapat 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng, dan disalurkan sekaligus untuk 2 bulan, sehingga setiap penerima akan mendapat bantuan dalam jumlah lebih besar.
Irawaty menjelaskan, alokasi bantuan pangan kali ini mengalami peningkatan signifikan sekitar 82,4 persen dibandingkan periode Oktober-November 2025. Bantuan pangan jenis beras meningkat 494.880 kg dan minyak goreng meningkat menjadi 98.976 liter.
Menurutnya, peningkatan itu disesuaikan dengan bertambahnya jumlah penerima bantuan yang mencapai 54.763 keluarga, dari sebelumnya 24.744 penerima.
Diakuinya, Kabupaten Manokwari menjadi daerah dengan jumlah penerima terbanyak, 22.244 keluarga dengan alokasi 444.880 kg beras dan 88.976 liter MinyaKita, Teluk Bintuni 10.371 keluarga dengan alokasi 207.420 kg beras dan 41.484 liter MinyaKita.
Kemudian, Pegunungan Arfak ada 9.370 keluarga dengan alakasi 187.400 kg beras dan 37.480 liter MinyaKita, Teluk Wondama ada 6.652 keluarga dengan alokasi 130.840 kg beras dan 26.168 liter MinyaKita, dan Manokwari Selatan ada 6.236 keluarga penerima dengan alokasi 124.720 kg beras dan 24.944 liter MinyaKita.
“Saat ini stok beras untuk penyaluran bantuan tersedia sementara minyak goreng masih dalam proses pengiriman. Kalau awal April sudah masuk, kami segera salurkan,” kata Irawaty. [SDR-R1]




















