Manokwari, TP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari sudah mengeluarkan 17 Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) terhadap dapur terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manokwari.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen L. Rantetampang, terdapat 22 dapur MBG yang beroperasi di Manokwari.
“Dari total 22 dapur MBG di Manokwari, yang telah mengantongi SLHS sebagai syarat operasional ada 17 dapur yang dikeluarkan Dinas Kesehatan,” kata Rantetampang kepada para wartawan di Kantor Bupati Manokwari, Senin (7/4/2026).
Ia menjelaskan, kepemilikan SLHS merupakan persyaratan mutlak terhadap pendirian dan operasional dapur gizi guna memitigasi resiko kesehatan di kemudian hari.
Untuk mendapatkan SLHS, seluruh persyaratan kesehatan harus dipenuhi sejak awal, termasuk hasil pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh karyawan.
“Jangan sampai setelah beroperasi justru muncul masalah kesehatan yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Ia merincikan, dari 22 dapur MBG yang direncanakan beroperasi di Manokwari, 17 dapur sudah mempunyai SLHS, sedangkan 5 dapur lain masih dalam proses administrasi dan pemenuhan standar kesehatan.
Diungkapkan Rantetampang, salah satu kendala utama dalam proses sertifikasi adalah tingginya tingkat pergantian tenaga kerja. Padahal, lanjut dia, setiap pekerja wajib mempunyai surat keterangan hasil pemeriksaan kesehatan.
“Banyak pekerja tidak bertahan lama karena ritme kerja pada dini hari. Operasional dapur cukup berat, mulai pukul 18.00 WIT sampai pukul 03.00 WIT. Saat tenaga kerja berganti, proses pemeriksaan kesehatan harus diulang dari awal,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pengelola dapur MBG dan tenaga kerja bisa ditingkatkan agar semua dapur segera memenuhi persyaratan kesehatan dan beroperasi secara optimal, karena pemenuhan standar kesehatan penting untuk menjamin kualitas asupan gizi yang aman terhadap masyarakat. [SDR-R1]




















