Manokwari, TABURAPOS.CO – Pemilihan calon anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) periode 2023-2028, telah dibagi kuotanya untuk tujuh wilayah atau tujuh kabupaten, dimana Kabupaten Manokwari, mendapatkan jatah kuota 4 kursi.
Mengenai hal itu, Bupati Manokwari, Hermus Indou, menegaskan, kalau kuota 4 kursi calon anggota MRPB periode 2023-2028 bagi Kabupaten Manokwari, mutlak hak milik adat dari suku besar Arfak dan Doreri.
“Untuk Kabupaten Manokwari mutlak menjadi hak adat dari suku besar Arfak dan suku besar besar Doreri, kalaupun ada suku-suku asli Papua yang lainnya, kami menyampaikan permohonan maaf, karena yang tentu ini adalah amanat konstitusi yang perlu kita laksanakan,” ujar Bupati di Sasana Karya, Kamis (30/3).
Tidak mengurangi rasa hormat, Bupati menyampaikan, kesempatan bagi suku-suku Papua lainnya untuk menjadi anggota MRPB yang tentu sudah disediakan di tempat atau daerahnya masing-masing.
“Seperti di Biak, orang Biak harus menjadi tuan di negerinya sendiri, demikian juga di Serui dan kabupaten kota lainnya di tanah Papua, kebetulan Tuhan menempatkan Arfak dan Doreri ada di Manokwari, sehingga ini menjadi keputusan yang patut kita hormati dan hargai,” ujar Bupati.
Bupati Hermus mengatakan, MRPB merupakan wadah yang mempresentasikan kultur orang Papua yang memberikan kewenangan tertentu dalam rangka perlindungan hak-hak orang asli Papua.

Oleh karena itu, Bupati mengajak kepala suku besar Arfak dan juga kepala suku besar Doreri, semua unsur yang ada terlibat secara aktif mengawal proses pemilihan anggota MRPB periode 2023-2028 dari keterwakilan adat dan juga perempuan di Kabupaten Manokwari.
“Kiranya ada pembagian yang adil antara dua suku Arfak dan Doreri ini baik dari unsur adat dan perempuan,” pungkas Bupati.
Hal senada juga disampaikan Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan yang juga berharap agar 4 kuota kursi MRPB bagi Manokwari menjadi milik suku Arfak dan suku Doreri.
Menurut Dominggus Mandacan, arahan Bupati Manokwari sudah sangat jelas, dan hal itu yang harus diamankan dan dikawal bersama-sama.
“Tadi sudah jelas, tetap kita amankan dalam arti pengawasan dalam proses pemilihan, saya ajak kepala suku Doreri dan Arfak untuk sama-sama melihat anak adat, perempuan adat yang penuhi syarat bisa mendaftar dan seleksi, dan nanti yang menentukan itu mereka sendiri,” pungkas Dominggus Mandacan, setelah menghadiri pelantikan panitia pemilihan anggota MRPB di Kantor Bupati, kemarin siang. [SDR-R3]




















