Ransiki, TP – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Manokwari Selatan menggelar pelatihan pemberdayaan perempuan nelayan bagi sejumlah ibu-ibu nelayan di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Jumat (27/10).
Berlangsung di Balai Kampung Sindang Jaya, Oransbari, Mansel, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memberikan dukungan atau bantuan peralatan dan bahan baku pengolahan ikan tuna kepada 5 kelompok nelayan di Distrik Oransbari.
Sadam Atamimi selaku Staf Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat mengatakan bahwa kegiatan pelatihan pemberdayaan perempuan nelayan merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mendorong implementasi hibah Global Environment Facility (GEF) -6 untuk pemberdayaan nelayan di Indonesia Timur.
Program ini merupakan program Coustal Fisheries Initiative – Indonesia Child Project (CFI-ICP) GEF-6 yang akan di integritasikan dengan program lainnya termasuk Kampung Nelayan Maju (Kalaju) untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.
Dirinya mengaku, mengenai mengapa ibu-ibu nelayan asli Papua yang dilibatkan sebagai peserta dalam kegiatan pemberdayaan perempuan nelayan di Kabupaten Mansel yaitu untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam pengelolaan hasil perikanan menjadi lebih kreatif, bermutu dan berdaya saing.
“Harapan kami, melalui kegiatan pemberdayaan perempuan nelayan ini, kedepan mereka lebih kreatif, mandiri dalam mendukung peningkatan ekonomi keluarga,” pungkas Atamimi.
Sedangkan, Kabid Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mansel, Dessy Manilet mengaku, ibu-ibu nelayan di Distrik Oransbari adalah penerima manfaat program pemberdayaan perempuan nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Mansel.
Menurut dia, program pemberdayaan perempuan nelayan ini sangat penting karena bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ibu-ibu nelayan asli Papua di Distrik Oransbari supaya bisa bersaing dan setara dengan ibu-ibu nelayan lainnya yang sudah profesional dalam mengolah hasil tangkapan nelayan, meski dalam kondisi terbatas.

Ia mengungkapkan, jenis pelatihan pengolahan hasil tangkapan nelayan yang didemonstrasikan dalan kegiatan pemberdayaan perempuan nelayan kali ini adalah melatih ibu-ibu nelayan Oransbari untuk bisa mengolah ikan tuna menjadi abon ikan tuna, sambal ikan tuna dan naget ikan tuna, dengan cita rasa yang berkualitas dan mampu bersaing di pasaran.
Manilet mengaku, tujuan lain dari kegiatan pemberdayaan perempuan nelayan ini adalah untuk peningkatan perekonomian keluarga bagi keluarga nelayan asli Papua di Kabupaten Mansel. Dengan demikian, pihaknya akan terus memberikan pendampingan dan dukungan sehingga dari kegiatan ini bisa menghasilkan kelompok industri perikanan yang menjangkau Pasar Nasional. [BOM-R4]