Manokwari, TABURAPOS.CO – Menyambut Hari Juang TNI-AD ke-78, Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah menyerahkan santunan terhadap para veteran, warakauri, dan anak yatim piatu di lapangan Pomdam XVIII Kasuari, Manokwari, Rabu (13/12).
Kapendam XVIII Kasuari, Kolonel Inf. Syawaluddin mengungkapkan, santunan ini merupakan salah satu bentuk jalinan tali asih dan perhatian TNI, khususnya Kodam XVIII Kasuari terhadap veteran dan ibu-ibu warakawuri yang pada masa lalu berjuang dalam melakukan hal-hal yang tercatat dalam sejarah hidup, dimana berbhakti di satuan TNI dalam mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Ditambahkannya, pada kesempatan itu, Pangdam menyampaikan bahwa tujuan penyerahan bantuan ini untuk mempererat tali silaturahmi agar tetap terjaga dengan baik dan semuanya tidak terlupakan oleh yang masih berdinas aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Sementara penyerahan bantuan untuk anak yatim piatu yang berdomisili di Kabupaten Manokwari, dengan harapan santunan yang diterima dapat membantu pada proses kehidupannya serta jalinan tali silaturahmi tetap terpelihara hingga anak-anak ini bisa meraih cita-citanya.
“Anak-anak adalah investasi kita, walaupun kita bukan orangtua kandungnya,” sebut Kapendam dalam press releasenya via WhatsApp, Rabu (13/12).
Diutarakannya, momentum Hari Juang TNI-AD mengingatkan agar terus berjuang dan berbuat yang terbaik, sehingga keberadaan TNI bisa bermanfaat oleh orang banyak, terutama lingkungan yang berada di sekitar.
Ia menerangkan, Pangdam juga mengajak seluruh anggota untuk terus membangun rasa kepedulian dan solidaritas serta senantiasa mengajak rekan di mana pun berada agar selalu berbuat baik.
Sementara Ketua Legiun Veteran Kabupaten Manokwari, Indah Suad dalam sambutan yang dibacakan R. Soedardjo mengucapkan terima kasih dan penghargaan terhadap Pangdam dan jajaran atas perhatian dan kepeduliannya.
Menurutnya, hal itu merupakan suatu kehormatan dan penghargaan besar bagi pelaku sejarah. Sebab, ungkapnya, kegiatan seperti ini tentu akan mengingatkan kembali sejarah perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga bisa meneruskan kepada para anak cucu dan generasi muda saat ini.
Seperti diketahui bahwa pahlawan sudah banyak melakukan pengorbanan, sehingga ada kalimat yang menyatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya.
“Kiranya generasi penerus bangsa dapat terus meneruskan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sebutnya. [*AND-R1]




















