Manokwari, TABURAPOS.CO – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Manokwari siap mengamankan dan melayani masyarakat yang mau melakukan perjalanan menumpang transportasi laut dalam rangka Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).
Kepala KSOP Kelas IV Manokwari, Nurdin Marpaung mengatakan, sesuai surat edaran Dirjen KSOP di 2023, dalam menghadapi libur Nataru, akan didirikan posko, baik posko pengamanan maupun posko kesehatan yang dilaksanakan pada 18 Desember 2023.
Namun, kata Marpaung, sesuai kebijakan dan pengalaman di Manokwari, KSOP mulai mendirikan posko di areal Pelabuhan Manokwari, Jumat (15/12). Lanjut dia, hal ini sebagai bentuk kesiapan KSOP Manokwari untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan wujud memberikan pelayanan secara maksimal terhadap masyarakat.
Untuk itu, ia mengatakan, pada 13 Desember 2023, KSOP Manokwari dan para stakeholder, unsur maritim, TNI, Polri dan perusahaan pelayaran, Pelindo, sudah mengadakan rapat pembentukan posko.
Ditegaskannya, pada prinsipnya, TNI-Polri siap mendukung KSOP Manokwari mengamankan dan menjaga ketertiban, kelancaran arus penumpang dan barang, baik keluar maupun masuk di Pelabuhan Manokwari.
“Koordinasi sudah dilakukan dan kami sepakat saling bergandengan tangan untuk mengamankan dan memberikan pelayanan maksimal,” klaim Marpaung kepada Tabura Pos di kantornya, Kamis (14//12).
Meski demikian, ia mengaku aktivitas masyarakat masih berjalan normal, tetapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat.
“Hindari calo, beli tiket secara resmi dan usahakan memakai masker. Untuk pengantar atau pengunjung, jangan memaksakan diri masuk ke kapal, sehingga pelayanan terhadap penumpang bisa dimaksimalkan demi keselamatan dan kenyamanan,” harap Marpaung.
Ditambahkannya, dalam menghadapi libur Nataru, kesiapan armada transportasi laut di Manokwari, yaitu: 4 kapal dan kapal Pelni ada 7 kapal yang masuk di Pelabuhan Manokwari, sehingga total 11 kapal yang ada untuk melayani masyarakat menuju Papua dan luar Papua. “Ada pun kapasitas penumpang dari total 11 kapal sebanyak 22.266 orang,” ungkapnya.
Ia memprediksi lonjakan penumpang pada 2023 akan mengalami peningkatan sekitar 10-20 persen dari tahun sebelumnya. menurut dia, lonjakan terjadi karena penumpang dari Manokwari banyak mahasiswa, pelajar, dan perantau.
“Diprediksi lonjakan terjadi pada 28 Desember 2023 dengan penumpang tujuan Bitung dan Ambon. Itu penumpangnya tahun lalu sangat tinggi, tetapi di bawah 15 Desember. Tahun lalu terjadi lonjakan penumpang juga sampai 1.220 orang saat itu yakni Ciremai menuju Manado dan Bitung,” pungkas Kepala KSOP. [AND-R1]




















