Rilis Inflasi Dua Provinsi
Manokwari, TABURAPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat merilis perkembangan inflasi tahun 2024, Kamis (1/2/2024). Rilis inflasi awal tahun ini, perdana bagi BPS merilis perkembangan inflasi di dua provinsi sekaligus, yaitu Papua Barat dan Papua Barat Daya (PBD).
Rilis perkembangan inflasi tahun 2024 di Provinsi PBD masih dilakukan BPS Papua Barat karena belum ada pembentukan BPS di provinsi pemekaran tersebut.
“Inflasi di Papua Barat dihitung dari satu kota Indeks Harga Konsumen (IHK red), yaitu Manokwari. Sedangkan di Provinsi Papua Barat diambil dari 3 kota IHK, yaitu Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, dan Kota Sorong,” ujar Kepala BPS Papua Barat, Marry saat menyampaikan rilis diikuti melalui YouTube BPS Papua Barat, Kamis (1/2/2024).
Marry menerangkan, pada Januari 2024 terjadi inflasi bulanan (m-to-m) Provinsi Papua Barat sebesar 0,63 persen dan inflasi bulanan Provinsi Papua Barat Daya sebesar 0,13 persen.
Secara tahunan (y-on-y), inflasi Januari 2024 terhadap Januari 2023 Provinsi Papua Barat mencapai 3,05 persen dan Provinsi Papua Barat Daya mencapai 1,49 persen.
Secara tahun kalender, inflasi (y-to-d) Januari 2024 Provinsi Papua Barat mencapai 0,63 persen dan Provinsi Papua Barat Daya mencapai 0,13 persen.
“Komoditas penyumbang inflasi di Manokwari, Papua Barat 0,63 persen, yaitu tomat, beras, kangkong, ikan ekor kuning, lalosi, dan ikan layang, mumar,” sebut Marry.
Lanjutnya, pada Januari 2024, inflasi tahunan di Kabupaten Sorong pada Januari 2024 terhadap Januari 2023 sebesar 1,73 persen, dan inflasi bulanan Januari 2024 terhadap Desember 2023 sebesar 0,53 persen.
Inflasi tahunan di Kabupaten Sorong Selatan 2,11 persen dan inflasi bulanan sebesar 0,94 persen. Sementara, inflasi tahunan di Kota Sorong pada Januari 2024 sebesar 1,34 persen dan secara bulanan Kota Sorong mengalami inflasi sebesar -0,09 persen.
“Penyumbang utama inflasi bulanan di Provinsi Papua Barat Daya adalah komoditas bawang merah, tomat, bawang putih, sigaret kretek mesin dan ikan layang, mumar,” sebutnya.
Sementara, penyumbang utama inflasi tahunan di Provinsi Papua Barat adalah komoditas beras, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin, tomat dan bawang putih.
Sedangkan, penyumbang utama inflasi tahunan di Provinsi Papua Barat Daya adalah komoditas beras, ikan tuna, sigaret kretek mesin, ikan teri dan tarif angkutan udara. [*SDR-R3]




















