Ransiki, TP – Keluarga Suku Besar Yapen di Ransiki menggelar tatap muka terbatas dengan Pasangan nomor urut 1 calon Bupati dan Wakil Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan dan Mesakh Inyomusi (BERMAKNA), di Kompleks Tsunami, Kampung Abreso, Distrik Ransiki, Manokwari Selatan (Mansel), Rabu (9/10) sore.
Dalam pertemuan itu, Keluarga Suku Besar Yapen menyatakan dukungan penuh kepada pasangan BERMAKNA, karena Bernard-Mesakh dinilai bijak dan sangat pantas memimpin Kabar Mansel untuk 5 tahun kedepan.
Pada kesempatan itu, Kepala Suku Besar Yapen Ransiki, Marthen Pedai mengatakan, Suku Besar Yapen di Ransiki komitmen mendukung penuh pasangan BERMAKNA.
Dengan harapan, jika pasangan BERMAKNA terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mansel, kiranya nasib dan masa depan anak-anak Yapen bisa diperhatikan, begitu juga dengan adanya peluang dan kesempatan yang dapat diberikan kepada anak-anak Yapen yang berkinginan melanjutkan pendidikan di IPDN.
Terkait nasib nelayan Yapen yang ada di Ransiki, sangat dibutuhkan perhatian serius Pemerintah Daerah untuk dapat menjawab kebutuhan nelayan Yapen berupa bantuan perahu fiber serta kartu Kusuka bagi nelayan sehingga bisa mendapatkan jatah subsidi BBM murah dari Pemerintah.

Hal lain yang juga menjadi aspirasi Suku Yapen kepada pasangan BERMAKNA adalah memfasilitasi Suku Yapen dalam penyelesaian sengketa tanah di Pantai Bobo, yang sudah dibeli oleh Yapen dari pemilik hal ulayat tetapi sampai hari ini, bidang tanah dimaksud belum sepenuh bisa dikuasai Suku Yapen.
‘Untuk mama-mama Yapen, diharapkan ada bantuan berupa lapak jualan di Pasar dan pondok-pondok pinang untuk meningkatkan ekonomi keluarga Suku Yapen yang ada di Ransiki, sebagai tambahan kalau bisa miras ditertibkan karena meresahkan masyarakat,” ujar dia.
Dirinya menegaskan, keluarga Suku Besar Yapen sudah menentukan pilihan ke kandidat pasangan BERMAKNA, karena dinilai sebagai figur pemimpin yang tepat untuk memimpin Kabupaten Mansel selama 5 tahun kedepan. Tokoh masyarakat Suku Besar Yapen di Ransiki, Yakobus Harewan mengatakan, kehadirannya dalam acara tatap muka terbatas ini menunjukkan bahwa dia mendukung pasangan BERMAKNA untuk memimpin Kabupaten Mansel 5 tahun kedepan.
“Selama 13 tahun saya bekerja di Pemerintahan, tentu sudah banyak pengalaman, saya tahu siapa Bernard-Mesakh itu siapa dan kerja-kerja mereka seperti apa, mereka punya jiwa kepemimpinan yang kuat,” ucap Harewan.
Untuk itu, dirinya menitipkan, nasib anak-anak Yapen di pundak pasangan BERMAKNABERMAKNA sehingga bisa ikut berkontribusi dalam menyumbang ide dan gagasan untuk ikut mendorong pembangunan di Mansel.
Sementara itu, dalam orasi politik yng disampaikan Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Hengki Tan mengatakan, dua partai ini mengusung pasangan BERMAKNA untuk melanjutkan pembangunan yang sudah diletakkan Pemerintahan Mawar.
“Jangan ragukan Bernard-Mesakh karena mereka sudah teruji, mereka punya pengalaman dan trep records dalam menjalankan roda Pemerintahan, sangat baik,” ujar dia.
Ia menjabarkan, pasangan BERMAKNA tentu memiliki visi misi untuk program pembangunan 5 tahun kedepan yakni menjanjikan sekolah gratis 12 tahun, membangun sekolah unggulan untuk masa depan anak-anak Mansel yang lebih baik.
“Kalau sekarang anak-anak mau ke sekolah masih tunggu ojek, maka Bernard-Mesakh akan mempersiapkan Bus sekolah dan transportasi murah untuk mendukung kegiatan ekonomi kemasyarakatan dan lain-lain,” ajak dia.
Dari bidang kesehatan, jika terpilih Pemerintahan Bernard-Mesakh akan menjamin transportasi dan rumah singgah untuk pelayanan kesehatan rujukan ke kabupaten lain. Dokter ahli dan dokter spesialis akan ditambahkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUD Elia Waran dan rumah singgah untuk 5 distrik.
Untuk itu, Keluarga Suku Besar Yapen, diharapkan supaya tidak ragu dalam memilih Bernard-Mesakh, pada tanggal 27 November nanti datang ke TPS coblos nomor 1 pasangan BERMAKNA.
Sementara itu, Calon Bupati Mansel, Bernard Mandacan, mengapresiasi Suku Besar Yapen, karena telah menyiapkan acara tatap muka terbatas ini dengan sangat luar biasa.
“Hari ini adalah rencana Tuhan, ini Anugrah yang diberikan Tuhan. Kami tidak balas hari ini tetapi itulah modal perjuangan kami untuk perjalanan 5 tahun kedepan. Kenapa kami maju, karen kami putra asli Mansel yang punya keinginan dan hati yang tulus untuk membangun Mansel,” ucap dia.
Bernard Mandacan turut mengakui keberadaan Suku Besar Yapen di Ransiki yang sudah diterima Pemerintah Daerah secara sah maka patut disebut sebagai anak-anak Mansel yang juga punya hak untuk menentukan pemimpin 5 tahun kedepan.

Diakuinya, keluarga Suku Besar Yapen juga sudah ikut berkonsentrasi dalam mendorong pembangunan di Kabupaten Mansel selama beberapa dekade terakhir, karena awal menginjakkan kaki di Mansel juga datang sebagai guru, penginjil mantri dan juga profesi lain yang sudah tentu merupakan berkat untuk memajukan daerah.
“Kita adalah satu, kita adalah Papua, kita tidak bisa terpisahkan satu dengan yg lain, klw tidak bersatu kapan mau maju,” ujar dia.
Terkait visi misi, sudah tentu pasangan BERMAKNA mempunyai tekad yang bulat untuk melanjutkan pembangunan yang sudah diletakkan Pemerintahan Mawar (Markus Waran dan Wempi Welly Rengkung) tetapi yang belum akan ditingkatkan.
Lanjut dia, pasangan BERMAKNA juga akan menjadi payung dan pohon beringin untuk melindungi semua Suku-suku di Mansel. Sambungnya, Suku Besar Yapen tak dapat dipisahkan dari Suku Besar Arfak, maka Mansel akan menjadi rumah bagi semua suku.
Soal dana suku sudah ada dalam rancangan program bahkan akan dibangun Kampung Adat desa wisata dalam menarik wisatawan, insentif Hamba Tuhan dan pelayan Gereja juga menjadi prioritas, begitu halnya dengan gaji tenaga honorer siap dikembalikan sesuatu aturan.
“Pembangunan akan tetap berlangsung walaupun APBD kecil tetapi akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat. Kita bertekad, 5-10 tahun kedepan Mansel akan lebih ramai lagi,” tukas dia.
Calon Wakil Bupati, Mesakh Inyomusi menyatakan, dia juga bagian dari Suku Yapen, meski lahir dan besar di Mansel tetapi ada darah Yapen yang mengalir dalam dirinya, maka sudah tentu harus didukung oleh Suku Besar Yapen.
“Jangan ragukan kami berdua. Saya sudah makan garam di Pemerintahan selama 20 tahun, sudah tentu aspirasi masyarakat Yapen akan kita kawal dengan baik,” ujar dia.
Soal visi misi pasangan BERMAKNA, pembantu berkelanjutan akan terus berjalan, sehingga rumah kaki seribu ini semakin kokoh dan masyarakat bisa jauh lebih sejahtera. Untuk itu, dirinya mengajak semua masyarakat Suku Yapen, untuk memilih pasangan BERMAKNA nomor urut 1.
“Mari kita bergandengan tangan memilih pemimpin yang asli Papua untuk membangun tanah ini,” tutup dia. [BOM]




















