Manokwari, TP – Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat akan membentuk satu Tim untuk mengawasi dugaan pungutan liar (Pungli) di sekolah-sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, H. Abdul Fatah mengatakan, terkiat informasi dugaan Pungli di sekolah pihaknya sudah mendengar bahkan ditemui langsung oleh pihak Kejati Papua Barat beberapa waktu lalu.
Untuk menindaklanjuit informais tersebut pihaknya akan segera membetuk satu Tim Pengawasan guna memastikan informasi tersebut dan segera melakukan upaya pencegahan.
“Soal itu dari pihak Kejati juga sudah datang juga sempat sentil-sentil menyampaikan terkait pungutan,” ungkap Abdul Fatah kepada Tabura Pos di Sowi beberapa waktu lalu.
Abdul Fatah mengungkapkan bahwa jika melihat pembiayaan dana BOS, maka memang ini kerap kali dijadikan alasan oleh pihak sekolah bahwa dana tersebut tidak cukup.
Jika ada kebutuhan tertentu yang tidak terakomodir disitu mereka melakukan pungutan dengan pertimbangan bahwa ini salah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. Inilah yang dilakukan sebagai kontribusi terhadap pendidikan.
Akan tetapi jika dilihat dari aspek hukum ada hal-hal yang perlu ditinjau kembali oleh sekolah terkait kebijakan itu, karena anak yang tidak mampu juga menjadi beban sehingga banyak orang tua yang mengelukan sampai akhirnya ke telinga aparat.
“Jadi memang dua minggu lalu kita sudah bertemu dengan Kejaksaan dan mereka meminta untuk segera mengecek sebelum tim mereka turun, jadi lebih baik kita lakukan langkah preventif, nanti kita akan bertemu dengan dinas pendidikan Manokwari untuk menindaklanjuti apa yang disampakan oleh Kejati,” ungkapnya lagi. [AND-R6]




















