Manokwari, TP – Aliansi Masyarakat Adat Papua (AMAP) dari 7 wilayah ada di Provinsi Papua Barat dan Kepala Suku Nusantara siap menyambut kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan – Mohammad Lakotani (DoaMu) beserta rombongan di Bandara Rendani, Kamis (6/3).
Kesiapaan penjemputan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat itu dipastikan dalam rapat bersama AMAP dan Kepala Suku Nusantara Papua Barat yang dipimpin oleh Petrus Makbon di salah satu hotel di Manokwari, Senin (3/3) kemarin.
Dalam rapat itu, setidaknya ada 13 poin yang disepakati. Diantaranya, teknis penyambutan di Bandara, mulai dari kelompok tari-tarian adat, pelaksanaan prosesi adat seperti pengalungan Manik-manik, injak Piring hingga penyerahan ‘Kampak dan Parang’ yang diusulkan oleh Demianus M. Mandacan dari Keluarga Barend Mandacan sekaligus mewakili tiga kepala suku besar Arfak dalam rapat tersebut.
“Dalam budaya kami, prosesi dalam penjemputan gubernur nanti mengusung tema penyambutan ‘Panglima Perang’ Papua Barat ditandai penyerahan ‘Kampak dan Parang’ yang dimaknai sebagai alat untuk digunakan membersikan ‘Kebun Papua Barat’ yang kurang lebih 3 tahun ini ditinggalkan bapak Dominggus Mandacan,” pungkas Demianus Mandacan.

Dalam kesempatan itu, Petrus Makbon mengajak semua suku dan elemen masyarakat Papua Barat turut terlibat dalam penjemputan maupun acara syukuran. Untuk itu, Ia memohon kerjasama seluruh suku-suku Papua dan Nusantara agar melakukan sosialisasi kepada seluruh warganya.
“Hal-hal teknis di lapangan segera kami koordinasikan dengan Pemprov Papua Barat, baik melalui protokoler maupun menyurat langsung dengan Sekda Papua Barat, sehingga seluruh rangkai penjemputan gubernur dan rombongan nanti dapat diatur baik pemprov Papua Barat termasuk pelaksanaan prosesi adat dapat berjalan baik,” terang Makbon.
Hingga rapat selesai terungkap sejumlah suku asli Papua dan Nusantara siap melakukan prosesi penjemputan secara adat di Bandara Udara Rendani diantaranya, Suku Arfak, Suku Waropen, Suku Buton, dan Flobamora. Para kepala suku bersepakat menggunakan pakaian budaya daerah masing-masing dalam proses penjemputan.
“Intinya, dalam proses penjemputan kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat adat dan suku nusantara juga ada untuk mendukung serta mengawal pemerintahan Dominggus-Lakotani lima tahun kedepan sebagaimana masyarakat adat dan suku – suku nusantara juga mendeklarsikan dan mendoakan bapak Dominggus maju pada periode kali kedua,” tandas Makbon. [K&K]




















