Manokwari, TP – Harga bahan pokok (bapok) di wilayah Papua Barat selama Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri 1446 H diprediksi akan mengalami kenaikan, sehingga jika dipetakan, maka Papua Barat bisa disebut masuk zona merah.
Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Papua Barat, Dr. Aser Rouw mengatakan, dari hasil sidak atau pemantauan di pasar, sepintas harga bapok sepertinya akan merangkak naik.
Padahal, kata dia, puasa baru beberapa hari, tetapi beberapa jenis komoditas pokok terpantau mengalami kenaikan. Untuk itu, kata dia, diperlukan upaya pencegahan melalui operasi pasar supaya harga bapok tetap stabil dan kebutuhan masyarakat tercukupi.
“Jadi, perlu dilakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga kemudian ketersediaan pasokan harus kontinyu,” kata Rouw kepada para wartawan di Pasar Wosi, Manokwari, Senin (3/3).
Ia berharap semua pihak bergandengan tangan melakukan upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kita berharap semua aman, sebab jika dilihat peta nasionalnya kita ini termasuk harga bergerak tinggi. Kalau dikasih zona, masuk zona merah, makanya kita jaga harga pasar semoga bisa stabil dengan operasi pasar,” katanya. [AND-R1]




















