Manokwari, TP – Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemkab Manokwari, sama-sama sepakat memaknai momen Paskah 2025 menjadi pembawa damai bagi semua orang.
Hal itu terlihat saat perayaan Paskah Bersama Pemerintah, Gereja dan masyarakat yang diselenggarakan BKAG Kabupaten Manokwari, di halaman Eks Kantor Kejati Papua Barat, Kamis (1/5/2025) malam.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengungkapkan, Paskah adalah perayaan kemenangan, perayaan akan pengharapan baru dan kehidupan yang diperbaharui.
Menurutnya, perayaan Paskah bukan hanya sarana untuk merayakan beribadah, tetapi juga untuk mempererat hubungan antar-gereja, pemerintah, dan masyarakat.
“Kerja sama seperti ini sangat penting untuk membangun Papua Barat yang lebih baik. Dimana, pembangunan fisik harus pula diimbangi dengan pembangunan mental dan spiritual,” jelas Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Asisten III, Otto Parorongan.
Sebagai pemimpin pemerintahan di provinsi Papua Barat, Gubernur berkomitmen untuk mendukung program-program gereja yang bertujuan membangun kehidupan spiritual masyarakat. Hanya dengan keseimbangan ini, dapat menciptakan masyarakat yang benar-benar sejahtera.
Sementara itu, Bupati Manokwari, Hermus Indou dalam sambutannya mengatakan, makna Paskah sangat relevan dengan Manokwari sebagai Kota Injil.
Menurutnya, dalam konteks pembangunan di Manokwari, momentum Paskah untuk menjaga persatuan, kesatuan,
“Ayok jaga persatuan dan kesatuan kita. Mari perbaharui komitmen kita menjaga Manokwari yang sudah menjadi berkat untuk kita semua,” ujar Hermus.
Hermus mengajak individu menjadi pembawa damai bagi masyarakat yang majemuk di Manokwari. Menjaga keberagamaan ini dan menyayangi ciptaan Tuhan lainnya.
“Keberagaman ini menjadikan kita kuat untuk membangun Manokwari,” tukasnya. [SDR-R4]




















