Manokwari, TP – Penyidik Kejati Papua Barat mengklaim telah mengantongi nama-nama calon tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan alat tulis kantor (ATK) dan barang cetakan di Kantor BPKAD Kota Sorong Tahun Anggaran 2018.
Kajati Papua Barat, Muhammad Syarifuddin mengatakan, penanganan kasus ini masih berproses. Untuk gelar perkara penetapan tersangka, kata dia, kemungkinan dilakukan pejabat baru Kajati nanti.
“Kasusnya on the track, jalan terus dan posisi perkaranya sekitar 10 persen lagi kita serahkan hasil pemeriksaan ahlinya,” kata Syarifuddin kepada para wartawan di kantor Kejati Papua Barat, Senin (14/7).
Ia mengungkapkan, untuk pemeriksaan ahli, pihaknya menggandeng pihak Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah. Berdasarkan informasinya, kata dia, sebentar lagi hasilnya akan diserahkan ke kejaksaan.
Setelah hasil pemeriksaan ahli diterima kejaksaan, maka langsung dilakukan gelar perkara penetapan tersangka.
“Itu kuncinya. Mungkin nama-nama tersangka sudah ada di penyidik. Semua yang terkait di masalah itu sudah dipanggil, tetapi belum tentu mereka semua jadi tersangka, termasuk pihak ketiga sudah dipanggil. Selama proses pemeriksaan, semua yang dipanggil koperatif,” tandas Kajati. [AND-R1]