Manokwari, TP – Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat akan segera mengalokasikan anggaran untuk membiayai 2 jenis seragam siswa-siswi tingkat SMA dan SMK se Papua Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba mengatakan, bantuan seragam siswa SMA dan SMK diperuntukan bagi para siswa asli Papua yang berasal kelurga berpenghasilan lemah.
Dikatakan Dowansiba, dalam bulan ini pihaknya akan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas Pendidikan Se Papua Barat.
Pada momentum ini, Dinas Pendidikan Kabupaten se-Papua Barat, akan melaporkan data siswa-siswa SMA dan SMK terutama orang asli Papua yang tidak mampu.
“Nah, setelah kita mendapatkan data-data siswa-siswa asli Papua ini, barulah kita melakukan intervensi terutama terkait dengan bantuan seragam sekolah,” kata Dowansiba kepada Tabura Pos di Kantor Gubernur Papua Barat, belum lama ini.
Dijelaskan Dowansiba, pihaknya akan melihat jumlah siswa-siswa tersebut, jika anggarannya cukup, maka provinsi akan memberikan bantuan 3 jenis seragam, tetapi kalau anggaranya tidak mencukup, akan penuhi 2 seragam, baik putih abu abu dan seragam pramuka.
Mekanismenya, kata dia, akan dilakukan usai pelaksanaan rakor Dinas Pendidikan Se Papua Barat. Jika siswa-siswi sudah membayar uang seragam ke sekolah, maka akan dilakukan pengembalian uang segara ke rekening siswa-siswi SMA dan SMK.
Tetapi, sambung dia, jika belum segaramnya dibayarkan, maka akan diselesaikan menyelesaikan biayanya dengan pihak sekolah.
“Sumber anggaran untuk program bantuan seragam ini dari dana Otonomi Khusus (Otsus),” ujarnya seraya menambahkan, jika anggarannya mencukup akan dialokasikan juga bagi siswa-siswa asli Papua yang berprestasi, baik dari tingkat SD, SMP dan SMA maupun SMK.
“Sebenarnya kita ingin mendorong program ini sejak awal pendaftaran murid baru. Hanya saja, dana Otsus belum ditransfer ke daerah, maka pihaknya masih menunggu transfer dana Otsus ke daerah,” tandas Dowansiba. [FSM-R5]




















