Manokwari, TP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengubah status Sekolah Luar Biasa (SLB) Panca Kasih dari sekolah yayasan menjadi SLB Negeri Terpadu Panca Kasih, Kabupaten Manokwari, Senin, (28/7/2025).
Perubahan status ditandai pembukaan selubung papan nama oleh staf ahli Gubernur Papua Barat, Nicolaus U. Tike.
Menurut Tike, anak-anak berkebutuhan khusus mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. SLB Negeri Terpadu Panca Kasih, kata dia, hadir untuk menciptakan lingkungan belajar yang terstruktur, inklusif, dan menyenangkan, dimana setiap anak merasa diterima, dihargai, dan mampu mengembangkan potensi akademik maupun sosialnya.
“Pemerintah Pusat dan daerah bersinergi membangun pendidikan berkualitas untuk semua warga negara, termasuk anak disabilitas,” kata Tike.
Diutarakannya, Pemprov melalui Dinas Pendidikan sudah membuka SLB Negeri Terpadu di Kabupaten Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Manokwari Selatan, dan Kabupaten Manokwari.
Program ini mencakup pembangunan sarana dan prasarana penunjang, penyiapan tenaga pendidik, penerimaan peserta didik baru Tahun Pelajaran 2025-2026 dan jenjang lengkap, PAUD/TKLB, SDLB, SMPLB, SMALB, dan SMKLB dalam satu atap.
“Terima kasih kepada Yayasan Panca Kasih Manokwari yang telah mengelola pendidikan anak disabilitas selama 20 tahun sejak tahun 2005 dan kini menyerahkan pengelolaan ke Pemprov Papua Barat,” ujar Tike.
Kepala Bidang (Kabid) SMA dan Sekolah Khusus, Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Timotius Kambu menjelaskan, perubahan status ini merupakan bentuk komitmen pemerintah meningkatkan layanan pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas di Kabupaten Manokwari dan sekitarnya.
Dijelaskannya, dengan surat keputusan (SK) Gubernur Papua Barat Nomor 228 Tahun 2024, Pemprov melakukan koordinasi dengan Yayasan Panca Kasih selaku pengelola sebelumnya, sehingga dari hasil tersebut, sekarang SLB Panca Kasih sepenuhnya di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Papua Barat, termasuk Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan integrasi ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Saat ini SLB Negeri Terpadu Panca Kasih, Manokwari memiliki 68 siswa dengan beragam kebutuhan khusus, diantaranya terdapat 3 siswa tunanetra, 11 tunarungu, 34 tunagrahita, 3 tunadaksa, 5 autis, dan 8 siswa lain dengan multi ketunaan,” rinci Kambu kepada para wartawan di SLB Negeri Panca Kasih, kemarin.
Menurutnya, kehadiran SLB Negeri Terpadu Panca Kasih, Manokwari bisa memberikan akses layanan pendidikan terhadap anak-anak yang berkebutuhan khusus di Manokwari.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Terpadu Panca Kasih, Manokwari, Haryati berharap Dinas Pendidikan mendukung sepenuhnya pengembangan sekolah, baik pengembangan asrama siswa, penambahan gedung, pengadaan bus sekolah, dan pemenuhan guru.
“Para tenaga pendidik yang mengabdi pada SLB Negeri Terpadu Panca Kasih dapat dipriritaskan menjadi aparatur sipil negara (ASN) dan diberikan insentif tambahan demi kesejahteraan para guru,” harap Haryati yang ditemui para wartawan, kemarin. [FSM-R1]




















