Manokwari, TP – Satlantas Polresta Manokwari mencatat 399 pelanggaran dan 2 kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama Operasi Patuh Mansinam 2025 selama 14 hari, mulai 14-27 Juli 2025.
Kasat Lantas Polresta Manokwari, Iptu Nurfah Tajong mengatakan, Operasi Patuh Mansinam 2025 secara resmi sudah berakhir pada Minggu, 27 Juli 2025.
Ia mengungkapkan, selama Operasi Patuh Mansinam 2025, Satlantas melakukan berbagai penyuluhan dan bimbingan terhadap komunitas roda dua sebanyak 11 kali dan komunitas roda empat sebanyak 24 kali.
Kemudian, tambahnya, kegiatan tatap muka dengan asosiasi pengusaha, paguyuban, dan pemilik kendaraan sebanyak 66 kali, penyebaran dan pemasangan spanduk sebanyak 217 kali, kegiatan preentif sebanyak 54 kali, kegiatan pengawalan sebanyak 22 kali, dan patroli sebanyak 64 kali.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga melakukan kegiatan penegakan hukum sebanyak 399 kali, terdiri dari tilang manual sebanyak 101 kali dan teguran 298 kali. Penegakan hukum juga dilakukan terhadap 327 pengendara sepeda motor, 40 mobil penumpang, dan 32 mobil barang.
Dirincikan Kasat Lantas, jenis pelanggaran yang menonjol dan ditemukan selama Operasi Patuh Mansinam 2025, yaitu: 198 pengendara sepeda motor tidak mengenakan, 2 pengendara melawan arus, 35 pengendara di bawah umur, 22 pengendara berboncengan lebih dari satu orang, dan 31 pengendara roda empat yang tidak memakai safety bell.
“Kami juga menyita beberapa barang bukti seperti 6 SIM, 11 STNK, dan 84 kendaraan bermotor,” ungkap Tajong kepada Tabura Pos di Polresta Manokwari, Senin (28/7).
Diutarakannya, untuk kasus kecelakaan selama Operasi Patuh Mansinam 2025, terdapat 2 kejadian, terdiri dari 2 orang mengalami luka berat dan 1 orang mengalami luka ringan dengan kerugian materil sebesar Rp. 6 juta.
Kasat Lantas mengakui, tahun ini ada beberapa kejadian yang menonjol dan mengalami peningkatan. Lanjutnya, yang menjadi perhatian ini rata-rata pelanggaran dilakukan usia produktif, mulai dari usia 16-20 tahun sebanyak 103 orang dan terbanyak adalah pelajar.
“Tahun ini kita lebih banyak melakukan sosialisasi, pencegahan duluan daripada penindakan. Penindakan itu setiap hari dilakukan selama masih ada pelanggaran, kecuali semua sudah tertib. Kami berharap semoga Manokwari tidak ada lagi pelanggaran,” katanya. [AND-R1]




















